Menkes Pastikan Korban Kekerasan di Bandung Dirawat Sampai Rekontruksi Wajah

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa YTR, korban dugaan penyekapan dan kekerasan oleh pacarnya di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, akan mendapatkan perawatan penuh sampai tahap rekonstruksi wajah.

"Kami akan merawat sampai rekonstruksi karena ini kan terjadi juga wajahnya harus direkonstruksi," kata Budi saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Selasa.

Ia menjelaskan saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Pemerintah memastikan kondisi korban ditangani secara maksimal agar pemulihannya berjalan optimal.

"Kami berjanji akan merawat sebaik mungkin yang bersangkutan di Rumah Sakit Hasan Sadikin," ucapnya.

Budi juga menyebut penanganan korban tidak hanya dilakukan sektor kesehatan saja. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta pemerintah daerah ikut terlibat dalam penanganan lanjutan, termasuk aspek sosial dan ekonomi.

"Untuk masalah ekonominya itu ditangani oleh pemerintah daerah, untuk masalah sosialnya itu ditangani oleh Kementerian PPPA, dan kami bertiga sudah berkoordinasi," ucap Budi.

Sementara itu, pihak Polda Jawa Barat masih memburu pria berinisial TH yang diduga melakukan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR selama sekitar tiga tahun.

Direktur Perlindungan Perempuan dan Anak serta Tindak Pidana Perdagangan Orang Polda Jawa Barat Kombes Pol Rumi Untari mengatakan proses pencarian pelaku masih terus berjalan karena yang bersangkutan belum berhasil ditangkap.

Ia menambahkan penyidik juga masih mendalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap kronologi secara lengkap.

Kasus ini mulai terungkap setelah keluarga korban menerima pesan WhatsApp dari orang tak dikenal yang mengabarkan bahwa YTR berada di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

Setelah datang ke rumah sakit, keluarga menemukan korban dalam kondisi luka berat di bagian kepala dan wajah, serta luka lain di kaki dan tangan.

Sebelumnya, korban tidak diketahui keberadaannya oleh keluarga selama kurang lebih tiga tahun.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka