Rusia Batasi Pembelian BBM di Sejumlah Wilayah, Permintaan Tinggi Picu Langkah Darurat

waktu baca 2 menit

Istanbul (KABARIN) - Pemerintah Rusia mulai memberlakukan pembatasan sementara penjualan bahan bakar di beberapa wilayah sejak Senin 22 Juni di tengah lonjakan permintaan yang terjadi di pasar domestik.

Di wilayah Saratov, pemerintah setempat menetapkan batas pembelian bensin untuk konsumen individu maksimal 30 liter per kendaraan mulai 23 hingga 30 Juni. Kebijakan ini disampaikan Gubernur Roman Busargin melalui Telegram.

"Langkah paksa ini diperlukan untuk mengurangi kehebohan yang tidak berdasar dan kemungkinan spekulasi di pasar bahan bakar," kata Busargin.

Pembatasan serupa juga diberlakukan di wilayah Omsk. Otoritas setempat membatasi pengisian bahan bakar di SPBU untuk mencegah lonjakan permintaan yang dianggap tidak wajar dan potensi spekulasi.

Gubernur Omsk Vitaly Khotsenko menjelaskan bahwa pengisian BBM hanya diperbolehkan langsung ke tangki kendaraan dengan batas 40 liter bensin dan 80 liter solar per kendaraan. Untuk SPBU di jalur utama, batasnya lebih besar yakni 40 liter bensin dan 200 liter solar, sementara LPG tidak terkena aturan tersebut.

Di wilayah Voronezh, pembatasan juga diterapkan di jaringan SPBU Lukoil mulai 23 Juni. Konsumen hanya dapat membeli maksimal 30 liter bensin dan 60 liter solar per kendaraan, sedangkan di SPBU jalan raya batasnya mencapai 60 liter bensin dan 200 liter solar.

Pemerintah daerah menyebut stok BBM secara umum masih tersedia, namun gangguan distribusi dan meningkatnya permintaan menyebabkan kekosongan di sejumlah titik.

"Saat ini, persediaan AI-95, AI-92, dan bahan bakar diesel yang cukup masih tersedia di SPBU federal. Kekurangan stok sementara di SPBU tertentu disebabkan oleh masalah logistik dan peningkatan permintaan," kata otoritas setempat.

Situasi ini terjadi di tengah laporan gangguan pada infrastruktur energi Rusia setelah sejumlah fasilitas kilang dilaporkan terdampak serangan drone dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut disebut ikut memengaruhi stabilitas distribusi bahan bakar di dalam negeri.

Pembatasan juga sebelumnya telah diberlakukan di Krimea serta wilayah Tver. Di Krimea, bahan bakar dilaporkan hanya dijual untuk instansi pemerintah, sementara di Tver pengisian untuk pelanggan korporat masih berjalan normal tanpa batasan.

Perusahaan energi Tatneft juga disebut ikut menerapkan pembatasan di jaringan SPBU miliknya setelah fasilitas kilang TANECO di Tatarstan dilaporkan menjadi target serangan drone.

Otoritas Ukraina sebelumnya mengklaim telah menyerang sejumlah fasilitas energi Rusia, yang berdampak pada sebagian kapasitas pengolahan minyak di negara tersebut.

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka