Presiden Iran Tekankan Kepatuhan Jadi Kunci Keberhasilan Negosiasi dengan AS

waktu baca 2 menit

Istanbul (KABARIN) - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa keberhasilan proses negosiasi yang sedang berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat sangat bergantung pada komitmen kedua pihak dalam menjalankan kesepakatan yang telah dibuat.

Melalui unggahan di media sosial X pada Selasa, Pezeshkian menyampaikan bahwa efektivitas pembicaraan hanya dapat tercapai jika seluruh pihak mematuhi kewajiban yang sudah disepakati secara penuh dan konsisten.

"Keefektifan pembicaraan (dengan AS) bergantung pada komitmen penuh terhadap kewajiban-kewajiban yang disepakati dan pelaksanaannya dengan tepat," tulis Pezeshkian.

Ia juga menekankan bahwa pernyataan di luar kerangka kesepakatan tidak akan membantu mempercepat kemajuan proses dialog yang sedang berjalan.

Menurutnya, keberhasilan perundingan akan diukur dari sejauh mana masing masing pihak menjalankan tanggung jawab yang telah disetujui bersama.

"Kemajuan dalam langkah ini akan diukur dengan kepatuhan terhadap tanggung jawab yang disepakati," ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah berlangsungnya pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat di Burgenstock, Swiss, pada Minggu 21 Juni, yang membahas upaya penyusunan kesepahaman baru terkait sejumlah konflik yang melibatkan kedua negara.

Dalam perkembangan sebelumnya, kedua pihak disebut telah mencapai kesepahaman awal pada 14 Juni berupa kesepakatan 14 poin yang dimediasi oleh Pakistan, yang bertujuan mengakhiri konflik serta membuka jalur dialog lanjutan untuk menyelesaikan perselisihan yang belum terselesaikan.

Kesepahaman tersebut kemudian mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara digital oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Isi kesepakatan itu disebut mencakup sejumlah poin penting, termasuk penghentian konflik di beberapa kawasan seperti Lebanon, pembukaan kembali jalur perdagangan strategis seperti Selat Hormuz, serta pencabutan blokade laut terhadap pelabuhan pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat.

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka