Bangkalan (KABARIN) - Presiden Prabowo Subianto meminta dukungan Nahdlatul Ulama (NU) dalam upaya mengatasi kebocoran kekayaan negara yang disebut telah berlangsung selama puluhan tahun dan menghambat masyarakat menikmati hasil pembangunan secara maksimal.
"Saya selalu merasa nyaman di tengah Keluarga Besar NU, nyaman dan aman, karena NU memang organisasi keagamaan, tetapi sangat nasionalis, patriotik, dan cinta tanah air," kata Prabowo saat menutup Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa.
Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar 436 miliar dolar AS dalam kurun 22 tahun terakhir. Namun, menurutnya, sekitar 346 miliar dolar AS atau setara Rp5.800 triliun justru mengalir ke luar negeri dan hanya dinikmati oleh segelintir pihak.
"Data dan fakta itu saya sampaikan kepada NU agar para pemimpin NU mengerti kenapa gaji guru tidak naik-naik dan kenapa anggaran negara selalu terasa kurang. Bukan karena kita tidak kaya sumber daya alam, tetapi karena uangnya terus diambil dan mayoritas dibawa ke luar negeri," katanya.
Prabowo mengibaratkan kondisi tersebut seperti tubuh yang terus kehilangan darah sehingga lama-kelamaan menjadi lemah. Karena itu, ia menilai Indonesia membutuhkan sistem yang mampu menjaga dan mempertahankan kekayaan nasional agar tidak terus mengalir ke luar negeri.
Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada NU yang dinilainya selama ini berperan menjaga stabilitas dan ketenangan bangsa dalam berbagai situasi.
"Keluarga Besar NU adalah faktor stabilisator yang membuat bangsa dan negara ini aman dan nyaman. Saya yakin NU akan selalu memiliki peran positif karena para kiai dan ulama merupakan tokoh yang paling dekat dengan rakyat," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menegaskan komitmennya menjalankan amanat konstitusi dan peraturan perundang-undangan sesuai sumpah jabatan yang diucapkannya saat dilantik sebagai presiden.
"Setelah menjadi presiden, saya melihat fakta penyimpangan yang selama ini kita biarkan dan hanya memperkaya segelintir orang. Saya tidak ingin mengingkari sumpah," ujarnya.
Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Presiden memastikan program tersebut akan tetap dilanjutkan karena ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
"Kalau disetop itu aneh, karena MBG itu program untuk rakyat susah. Kalau ada yang perlu diperbaiki, saya sepakat," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden Prabowo dalam penutupan Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026. Ia menegaskan komitmen NU untuk terus menjaga bangsa sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional.
Hal senada disampaikan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar yang menyatakan NU akan terus mendukung pemerintah selama tidak mengarah pada kekufuran dan kefasikan.
"Presiden selalu memikirkan rakyat, karena itu kita husnuzan untuk memperbaiki yang kurang," katanya.
Sumber: ANTARA