PBB (KABARIN) - Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) melaporkan bahwa serangan udara, tembakan artileri, hingga penembakan senjata api terus terjadi di wilayah permukiman Gaza sepanjang akhir pekan, di tengah semakin terbatasnya akses bantuan kemanusiaan akibat krisis bahan bakar.
Dalam laporan yang dirilis Senin (22/6), OCHA menyebut insiden kekerasan terjadi di berbagai wilayah kegubernuran, terutama di sebelah barat dari apa yang disebut “Garis Kuning”. Lembaga tersebut juga menyatakan keprihatinan serius karena warga sipil termasuk di antara korban tewas dalam rangkaian serangan tersebut.
OCHA menambahkan bahwa saat ini hanya satu jalur utama yang masih berfungsi untuk masuknya bantuan ke Gaza, yakni perlintasan Kerem Shalom (Karem Abu Salem). Meski distribusi bantuan masih berlangsung, termasuk makanan, selimut, perlengkapan pendidikan, dan bahan bakar, aksesnya tetap sangat terbatas.
Krisis bahan bakar menjadi salah satu hambatan terbesar. Keterbatasan pasokan, prosedur impor yang ketat, serta waktu operasional perlintasan yang terbatas membuat organisasi kemanusiaan harus memprioritaskan layanan penyelamatan nyawa dan menunda layanan lainnya.
“Akibatnya, pada pekan kedua Juni, mitra-mitra kemanusiaan di wilayah Gaza terpaksa memprioritaskan alokasi bahan bakar untuk layanan penyelamatan nyawa,” demikian laporan OCHA.
Selain di Gaza, OCHA juga melaporkan situasi yang tetap mengkhawatirkan di Tepi Barat, termasuk meningkatnya insiden kekerasan dan hambatan akses bantuan kemanusiaan akibat pos pemeriksaan dan penutupan jalan.
OCHA menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil, kelancaran akses bantuan, serta akuntabilitas atas setiap pelanggaran hukum dalam konflik yang terus berlangsung di wilayah tersebut.
Sumber: Xinhua