Moskow (KABARIN) - World Health Organization (WHO) menyebut wabah Ebola yang terjadi di Republik Demokratik Kongo menjadi yang terbesar dalam sejarah dari sisi jumlah kasus terkonfirmasi pada bulan pertama kejadian.
Pemerintah Republik Demokratik Kongo melaporkan total 1.048 kasus terkonfirmasi dengan 267 kematian, sehingga tingkat fatalitas mencapai lebih dari 25 persen.
Direktur Departemen Kesiapsiagaan dan Respons Darurat Kesehatan WHO, Abdirahman Mahamud, mengatakan wabah tersebut terus meluas dan menjadi alarm serius bagi sistem kesehatan setempat.
“Ini menjadi jumlah kasus terkonfirmasi terbesar dalam bulan pertama wabah Ebola di Afrika,” ujarnya di Jenewa.
WHO menyoroti perlunya peningkatan pengawasan epidemiologi, terutama di wilayah yang belum melaporkan kasus, serta memperkuat kapasitas rumah sakit yang saat ini sudah terisi hingga 84 persen.
Selain fokus pada penanganan Ebola, WHO menekankan pentingnya menjaga layanan kesehatan lain agar sistem kesehatan nasional tidak sepenuhnya terganggu oleh wabah.
Sebelumnya, pada Mei 2026, WHO telah menetapkan wabah Ebola di RD Kongo dan Uganda sebagai kondisi darurat kesehatan dengan risiko penyebaran lintas negara yang dinilai tinggi.
Sumber: SPU