Jakarta (KABARIN) - Presiden Prabowo Subianto saat acara puncak Pekan Nasional Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) XVII di Gorontalo, Rabu, kembali menegaskan bahwa Indonesia segera mewujudkan swasembada energi, khususnya swasembada bahan bakar minyak.
Terkait dengan itu, Presiden Prabowo mengumumkan bahan bakar biodiesel B50 segera diluncurkan pada bulan Juli 2026.
"Kita akan menuju swasembada BBM, swasembada energi. Bulan Juli ini, beberapa hari lagi, kita akan launching B50. B50, solar, akan kita olah dari kelapa sawit 50 persen. Dengan demikian, kita tidak akan impor solar lagi dari luar negeri," kata Presiden Prabowo di hadapan puluhan ribu petani dan nelayan dari 38 provinsi saat acara PENAS KTNA XVII di Gorontalo, Rabu siang.
Jika B50 telah berlaku, Presiden yakin ada banyak penghematan.
"Saya perkirakan tiga tahun lagi, maksimal empat tahun lagi, kita akan swasembada energi. Kita tidak mau impor apa pun untuk BBM kita, untuk energi kita," ujar Presiden Prabowo.
Menurut Presiden, kemandirian energi dan ketahanan energi mutlak dibutuhkan oleh rakyat Indonesia mengingat dampak yang dapat dialami masyarakat manakala gejolak terjadi di negara-negara penghasil minyak ataupun rute-rute distribusi minyak sebagaimana yang saat ini terjadi di Selat Hormuz.
Pada kesempatan terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yakin program B50 dapat diberlakukan pada 1 Juli 2026.
"Insyaallah, kami sangat optimis untuk implementasi perilisan B50 itu akan dilakukan nanti pada 1 Juli. Dengan demikian, itu akan mengurangi atau bahkan kita tidak lagi melakukan impor solar, khususnya C48," kata Bahlil di Jakarta, Kamis (18/6) .
Bahlil juga memastikan teknis implementasi B50 telah melalui rangkaian tahap uji coba dan menunjukkan hasil yang baik.
B50 saat ini telah diujicobakan untuk berbagai jenis kendaraan, di antaranya alat berat, kapal, kereta api, hingga sejumlah kendaraan lain, seperti tambang, ekskavator, dan alat pertanian.
Jika B50 berlaku, devisa negara yang dihemat diperkirakan mencapai hingga Rp157,28 triliun pada tahun ini.
Sumber: ANTARA