Oman Buka Koridor Sementara di Selat Hormuz, Kapal Bisa Melintas

waktu baca 2 menit

Istanbul (KABARIN) - Oman pada Selasa (23/6) mengumumkan pembukaan koridor maritim sementara bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz sebagai bentuk tanggung jawab terhadap salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia serta komitmen untuk menjaga kebebasan navigasi.

Menurut laporan kantor berita resmi Oman, langkah itu dilakukan melalui koordinasi dengan Organisasi Maritim Internasional (IMO) dan sejalan dengan hasil upaya terbaru antara Amerika Serikat dan Iran terkait navigasi serta stabilitas kawasan.

Laporan itu menjelaskan bahwa tindakan tersebut berdasarkan tanggung jawab Kesultanan Oman terhadap Selat Hormuz dan pentingnya jalur tersebut bagi perekonomian global, serta sesuai dengan komitmen kuat Oman terhadap hukum internasional dan hukum laut untuk menjamin kebebasan navigasi tanpa mengenakan biaya transit.

“Oman telah bekerja sama dengan IMO untuk menyediakan opsi penggunaan koridor maritim sementara bagi seluruh kapal,” demikian isi laporan tersebut.

Koridor itu akan tersedia sesuai koordinat yang diumumkan oleh IMO dan otoritas Oman terkait. Kapal-kapal yang ingin menggunakan jalur tersebut diwajibkan berkoordinasi dengan badan maritim internasional tersebut.

Pengumuman tersebut muncul ketika Oman dan Iran terus melakukan konsultasi mengenai pengaturan navigasi di masa depan di perairan strategis tersebut.

Sebelumnya pada Selasa, Muscat dan Teheran mengumumkan pembentukan kelompok kerja bersama yang bertugas merundingkan tata kelola navigasi di Selat Hormuz pada masa mendatang, layanan maritim yang akan disediakan, serta biaya yang terkait.

Proses tersebut akan dilakukan dengan koordinasi negara-negara pesisir Teluk lainnya dan sesuai hukum internasional serta hak kedaulatan negara-negara yang berbatasan dengan jalur perairan itu.

Berdasarkan Pasal 5 Islamabad Understanding, Iran akan berdialog dengan Oman mengenai pengelolaan Selat Hormuz di masa depan dan layanan maritim yang akan diberikan di kawasan tersebut, dengan tetap berkoordinasi dengan negara-negara pesisir Teluk lainnya.

Menurut memorandum tersebut, Iran juga berkomitmen untuk mengerahkan upaya maksimal guna memastikan pelayaran yang aman dan bebas biaya bagi kapal-kapal komersial antara Teluk Persia dan Teluk Oman selama 60 hari, dengan aktivitas pelayaran komersial kembali dibuka segera.

Adapun Iran dan Amerika Serikat mengumumkan pada 14 Juni bahwa keduanya telah mencapai kesepahaman 14 poin yang dimediasi oleh Pakistan, dengan tujuan mengakhiri perang dan menyelesaikan berbagai perselisihan yang belum terselesaikan melalui dialog serta negosiasi.

Dokumen yang dikenal sebagai Islamabad Understanding itu mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Kesepakatan tersebut mencakup sejumlah ketentuan terkait penghentian perang, termasuk di Lebanon, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta pencabutan blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap Iran.

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka