Trump Tolak Wacana Pungutan Kapal di Kesepakatan AS dan Iran

waktu baca 2 menit

Washington (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa dirinya tidak akan menerima kesepakatan apa pun dengan Iran yang mengizinkan adanya pungutan atau biaya terhadap aktivitas pengiriman barang maupun lalu lintas maritim.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat menjawab pertanyaan wartawan usai bertemu Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Gedung Putih, Rabu waktu setempat.

Ketika ditanya apakah ia akan menolak kesepakatan final jika Iran diperbolehkan mengenakan biaya terhadap kapal yang melintas, Trump memberikan jawaban tegas.

"Itu tidak dapat diterima oleh saya," kata Trump.

Menurut Trump, memberikan izin kepada satu negara untuk menerapkan pungutan semacam itu bisa memicu tuntutan serupa dari negara lain dan berdampak luas terhadap perdagangan internasional.

"Jika Anda melakukan itu untuk mereka, Anda harus melakukannya untuk pihak lain. Saya juga tidak akan mengizinkannya di sana... Itu akan mengubah segalanya," ujarnya.

Komentar tersebut muncul di tengah proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang sedang berlangsung. Sebelumnya, Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani memorandum elektronik yang menjadi dasar dimulainya pembicaraan untuk mengakhiri konflik yang berlangsung sejak Februari 2026.

Berdasarkan kesepakatan awal itu, Washington dan Teheran menjalani masa negosiasi selama 60 hari dengan opsi perpanjangan untuk membahas sejumlah isu penting, termasuk program nuklir Iran dan sanksi internasional.

Trump menilai proses perundingan tersebut berjalan cukup positif.

"Berjalan dengan baik," katanya saat ditanya mengenai perkembangan negosiasi.

Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menanggapi pertanyaan terkait laporan serangan pada sebuah sekolah dasar di Minab, Iran, yang disebut menewaskan lebih dari 170 orang.

Ia mengaku belum melihat laporan lengkap mengenai insiden tersebut dan belum yakin bahwa serangan itu dilakukan oleh militer Amerika Serikat.

"Saya harus menunggu sampai selesai... Saya tidak tahu apakah mereka akan pernah menyelesaikan masalah itu, dalam hal siapa yang bersalah, karena ada rudal yang beterbangan di mana-mana," kata Trump.

Meski menyebut peristiwa itu sebagai kejadian yang mengerikan, Trump kembali menegaskan bahwa dirinya belum melihat bukti yang menunjukkan keterlibatan langsung AS dalam serangan tersebut.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan pemerintah Amerika menanggapi penyelidikan atas insiden tersebut dengan serius.

Hingga kini, berbagai penyelidikan independen masih terus menyoroti insiden di Minab, sementara perdebatan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas serangan itu masih berlangsung.

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka