Istanbul (KABARIN) - Gelombang panas yang melanda Spain dilaporkan menyebabkan 212 kematian dalam kurun empat hari terakhir. Angka tersebut tercatat sejak gelombang panas resmi dimulai pada 20 Juni lalu.
Berdasarkan data sistem pemantauan kematian publik MoMo, jumlah korban terus meningkat dari hari ke hari. Pada hari pertama gelombang panas tercatat 13 kematian, kemudian naik menjadi 38 kasus pada hari berikutnya.
Jumlah itu kembali bertambah menjadi 66 kematian pada Senin dan melonjak hingga 95 kasus pada Selasa, sehingga total korban mencapai 212 orang dalam periode 21 hingga 24 Juni.
Cuaca ekstrem juga memicu pecahnya sejumlah rekor suhu di berbagai wilayah Spanyol. Salah satunya terjadi di wilayah Cantabria yang mencatat suhu tertinggi sepanjang sejarah daerah tersebut, mencapai 43,7 derajat Celsius.
Selain itu, rekor suhu malam tertinggi juga dilaporkan terjadi di Zamora dan wilayah Almeria. Kondisi ini membuat suhu tetap panas bahkan setelah matahari terbenam.
Meski situasi mulai sedikit membaik, suhu udara di sejumlah wilayah masih diperkirakan berada di kisaran 37 hingga 38 derajat Celsius pada Kamis.
Layanan cuaca nasional Spanyol, Aemet, tidak lagi mengeluarkan peringatan panas tingkat merah untuk hari tersebut. Namun, cuaca panas masih berpotensi terjadi di beberapa daerah.
Di sisi lain, sejumlah wilayah diperkirakan mulai mendapat hujan dan badai petir yang dapat membantu menurunkan suhu setelah beberapa hari dilanda gelombang panas ekstrem.
Sumber: ANAD