Moskow (KABARIN) - Sejumlah fasilitas minyak dan gas di Venezuela dilaporkan tetap beroperasi normal setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 mengguncang negara tersebut. Informasi itu disampaikan berdasarkan laporan Reuters yang dikutip Sputnik.
Meski sektor energi disebut tidak mengalami dampak signifikan, gempa kuat yang terjadi pada Kamis itu menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah dan memicu status darurat nasional.
Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, mengatakan guncangan gempa merusak sejumlah bangunan di ibu kota Caracas serta beberapa negara bagian lain seperti Miranda, La Guaira, Aragua, Carabobo, dan Falcón.
Pemerintah saat ini masih menjalankan operasi pencarian dan penyelamatan untuk membantu warga yang terdampak bencana.
Di sisi lain, seorang warga Caracas mengungkapkan bahwa layanan komunikasi sempat terganggu setelah gempa terjadi. Jaringan internet maupun sinyal telepon seluler dilaporkan tidak stabil sehingga menyulitkan proses komunikasi.
“Sinyal seluler dan internet terputus-putus, pesan sulit terkirim. Koneksi internet kabel di rumah saya juga tidak berfungsi," kata warga tersebut.
Menurutnya, sebagian besar bangunan dengan konstruksi kuat di Caracas masih mampu bertahan menghadapi guncangan. Namun, sejumlah rumah semi permanen dan bangunan yang memiliki kelemahan struktur dilaporkan mengalami kerusakan hingga runtuh.
Hingga kini, pemerintah Venezuela masih melakukan pendataan kerusakan dan dampak gempa di berbagai wilayah, sementara layanan darurat terus disiagakan untuk membantu masyarakat yang terdampak.
Sumber: SPU