Jakarta (KABARIN) - Badan Perfilman Indonesia (BPI) menilai kehadiran forum seperti Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Market menjadi ruang penting bagi sineas untuk membangun jejaring dan melahirkan kolaborasi yang dapat memperkuat industri perfilman nasional.
Ketua Umum BPI Fauzan Zidni mengatakan forum film market menjadi kebutuhan utama, terutama bagi sineas muda yang sedang mencari mitra untuk mengembangkan proyek film.
"Yang paling dibutuhkan terutama oleh filmmaker-filmmaker baru itu forum," kata Fauzan dalam diskusi panel JAFF Market 2026 di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, forum seperti JAFF Market membuka kesempatan bagi produser, sutradara, penulis skenario, editor, hingga pelaku industri lainnya untuk bertemu dan menjajaki kerja sama yang berpotensi berkembang menjadi proyek jangka panjang.
Fauzan mencontohkan dirinya bertemu dengan mitra kerja melalui sebuah film market di Festival Film Cannes pada 2012. Pertemuan tersebut kemudian berlanjut menjadi kolaborasi profesional yang masih berjalan hingga kini.
"Saya sendiri bertemu dengan partner saya melalui sebuah film market di Cannes. Setelah itu kami berpartner bersama," ujarnya.
Ia meyakini pertemuan serupa akan melahirkan kolaborasi baru yang pada akhirnya menghasilkan talenta-talenta baru bagi industri perfilman Indonesia.
Menurut Fauzan, penyelenggaraan JAFF Market dalam tiga tahun terakhir telah menunjukkan perkembangan yang signifikan sebagai wadah yang mempertemukan pelaku industri film.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi JAFF Market dengan berbagai asosiasi profesi serta dukungan sektor keuangan yang dinilai dapat memperkuat kredibilitas industri perfilman.
"Saya pikir dalam waktu tiga tahun apa yang sudah dilakukan oleh Mbak Seruni (Business Director JAFF Market) dan Mbak Linda (Market Director JAFF Market) itu sudah sangat luar biasa," katanya.
Pada tahun ini, JAFF Market memperluas perannya dengan menghadirkan berbagai kegiatan sebelum penyelenggaraan acara, termasuk kolaborasi bersama asosiasi profesi perfilman agar hubungan antarpelaku industri dapat terjalin lebih awal.
Fauzan berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi awal keterlibatan lebih banyak pemangku kepentingan dalam memperkuat ekosistem perfilman nasional.
"Saya pikir ini sebagai permulaan penting. Semoga nanti sesudah itu akan lebih banyak lagi yang terlibat," ujarnya.
Sumber: ANTARA