AS Minta Iran Berkomitmen Tak Kembangkan Senjata Nuklir

waktu baca 2 menit

Washington (KABARIN) - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menegaskan pemerintah AS menginginkan komitmen yang kuat dari Iran untuk menjalankan proses denuklirisasi secara menyeluruh dan dapat diverifikasi melalui mekanisme inspeksi.

Dalam wawancara yang dirilis pada Selasa, Vance mengatakan proses tersebut menjadi salah satu syarat penting yang diharapkan Washington dalam pembahasan dengan Teheran.

"Ada beberapa hal yang kami inginkan, yaitu komitmen kuat yang dapat diverifikasi, dan didukung oleh inspeksi bahwa Iran akan melakukan denuklirisasi di seluruh negeri," kata Vance.

Ia menambahkan Amerika Serikat akan terus berupaya agar target tersebut dapat diwujudkan melalui proses diplomasi yang sedang berlangsung.

Sebelumnya, pada 18 Juni 2026, Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman yang menjadi dasar penghentian konflik militer yang berlangsung sejak 28 Februari 2026.

Kesepakatan itu juga memuat jadwal pencabutan blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Sebagai bagian dari implementasi kesepakatan, Iran juga akan kembali membuka aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.

Selain itu, Iran menyatakan komitmennya untuk tidak memiliki senjata nuklir. Meski demikian, pembahasan mengenai program nuklir Iran akan dilakukan melalui perjanjian terpisah.

Kedua pihak dijadwalkan menggelar perundingan mengenai isu tersebut dalam waktu 60 hari. Bagi Iran, salah satu hasil yang diharapkan dari proses negosiasi itu adalah pencabutan sejumlah sanksi yang selama ini diberlakukan oleh Amerika Serikat.

Sumber: SPU

Bagikan

Mungkin Kamu Suka