Pemerintah Spanyol mengirim tim beranggotakan 44 tenaga medis, ahli logistik, dan personel pendukung lainnya ke Venezuela untuk membantu penanganan korban gempa bumi dahsyat yang melanda negara tersebut.
Kementerian Luar Negeri Spanyol menyebut keberangkatan tim sukarelawan itu dilepas langsung oleh Menteri Luar Negeri, Uni Eropa, dan Kerja Sama Spanyol Jose Manuel Albares bersama Ratu Spanyol di Bandara Adolfo Suarez Madrid-Barajas, Rabu.
"Menteri Luar Negeri, Uni Eropa, dan Kerja Sama Spanyol, Jose Manuel Albares, Rabu, mendampingi Yang Mulia Ratu di Bandara Adolfo Suarez Madrid-Barajas untuk melepas keberangkatan 44 tenaga sukarelawan yang terdiri atas tenaga kesehatan, ahli logistik, dan juru masak dari rumah sakit lapangan START milik Badan Kerja Sama Pembangunan Internasional Spanyol (AECID) menuju Venezuela," demikian pernyataan kementerian tersebut, Rabu.
Kementerian menjelaskan rumah sakit lapangan START diperkirakan mulai beroperasi sekitar 36 jam setelah tiba di lokasi penugasan. Fasilitas tersebut dirancang untuk memberikan layanan rawat jalan dan penanganan gawat darurat secara mandiri, lengkap dengan dukungan pasokan listrik, air, logistik, dan perlengkapan medis.
Selain mengirim tim medis, Pemerintah Spanyol juga menyiapkan bantuan tambahan senilai 300.000 euro atau sekitar 341.000 dolar AS.
Sebelumnya, Madrid telah lebih dulu mengerahkan 63 personel penyelamat beserta sembilan anjing pelacak ke Venezuela, serta menyalurkan bantuan darurat senilai 1 juta euro melalui Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.
Di saat yang sama, Pemerintah Swedia mengumumkan bantuan kemanusiaan sebesar 25 juta krona Swedia atau sekitar 2,56 juta dolar AS untuk mendukung penanganan dampak bencana di Venezuela.
Dana tersebut akan digunakan untuk mendistribusikan bantuan pangan, menyediakan akses air bersih, membangun tempat penampungan sementara, serta memberikan perlindungan kepada kelompok masyarakat yang rentan.
Pekan lalu, Venezuela diguncang dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5. Berdasarkan data resmi terbaru, bencana tersebut telah menewaskan 2.295 orang, sementara lebih dari 11.267 orang lainnya mengalami luka-luka.
Sumber: Sputnik_OANA