Jakarta (KABARIN) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meluruskan informasi mengenai rencana pembangunan fasilitas gembok cinta di kawasan Jalan H.R. Rasuna Said. Ia menegaskan lokasi yang dimaksud bukan berada di atas Jembatan Penyeberangan Orang JPO.
“Jadi ada salah menangkap. Gembok Cinta itu bukan dibangun di JPO, tetapi di situ kan ada sungai dan sungai itu yang menghubungkan antara Rasuna Said dengan jalan di depan KPK. Nah itu ada jembatan yang kita buat,” ungkap Pramono di kawasan Jakarta Barat, Kamis.
Menurut Pramono, fasilitas tersebut akan dibangun di jembatan yang melintasi aliran sungai di depan Gedung KPK sebagai bagian dari penataan kawasan.
Ia berharap keberadaan gembok cinta nantinya dapat menjadi ruang baru bagi anak muda Jakarta untuk berekspresi sekaligus menambah daya tarik kawasan tersebut.
Selain itu, Pramono ingin fasilitas itu juga mencerminkan nilai integritas yang menjadi identitas Jakarta.
Ia menilai cinta menjadi salah satu elemen penting dalam kehidupan masyarakat ibu kota sehingga konsep tersebut layak dihadirkan sebagai bagian dari ruang publik yang baru.
Sebelumnya, Pramono juga menyampaikan keyakinannya bahwa Jalan H.R. Rasuna Said yang telah selesai ditata akan berkembang menjadi salah satu ikon baru Jakarta.
“Saya yakin jalan ini akan menjadi landmark baru bagi Jakarta karena semua orang melihat sekarang jauh menjadi lebih tertata, lebih rapi, bahkan di ujung ada anggrek yang dipasang secara khusus,” katanya.
Penataan Jalan H.R. Rasuna Said mencakup area sepanjang 3,8 kilometer dengan sejumlah pembaruan seperti perbaikan trotoar, pembongkaran 109 tiang monorel, serta penyesuaian elevasi antara jalur cepat dan jalur lambat. Proyek tersebut menelan anggaran sekitar Rp91 miliar.
Sumber: ANTARA