Pemprov DKI Bakal Bangun Flyover Baru di Sejumlah Titik untuk Urai Kemacetan

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menyiapkan pembangunan sejumlah jalan layang (flyover) baru sebagai langkah untuk mengurangi kemacetan di berbagai titik ibu kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan rencana pembangunan tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan. Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo telah menyampaikan laporan awal terkait proyek tersebut dan akan segera dibahas dalam rapat resmi.

"Yang berkaitan dengan flyover yang belum dibangun, yang menjadi prioritas memang ada. Tadi Pak Kepala Dinas Bina Marga sudah melaporkan kepada saya, saya minta untuk secara resmi dilaporkan di rapat, nanti kami akan segera putuskan mana yang memang sudah menjadi kebutuhan," kata Pramono di Jakarta Barat, Kamis.

Menurut Pramono, ada beberapa lokasi yang masuk dalam daftar prioritas pembangunan flyover. Di antaranya kawasan Jalan Pejompongan, Universitas Pancasila, hingga Bintaro.

Meski begitu, Flyover Latumeten menjadi proyek yang paling diprioritaskan. Pasalnya, kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu titik kemacetan paling padat di Jakarta.

Saat ini, pembangunan Jalan Layang Latumeten di Jakarta Barat telah mencapai progres 55,2 persen. Pemerintah menargetkan proyek tersebut selesai pada 15 Desember 2026.

Untuk mewujudkan proyek itu, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp259 miliar.

Pramono menjelaskan, Flyover Latumeten merupakan salah satu infrastruktur yang sudah lama dinantikan masyarakat karena kawasan tersebut kerap mengalami kemacetan sebelum pembangunan jalan layang dimulai.

Ia mengaku langsung menjadikan proyek tersebut sebagai prioritas utama setelah menerima usulan pembangunan Flyover Latumeten. Menurutnya, keberadaan jalan layang ini diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan Grogol, Pluit, Slipi, dan wilayah sekitarnya.

Dengan pembangunan flyover tersebut, Pemprov DKI berharap arus kendaraan di salah satu kawasan tersibuk Jakarta bisa menjadi lebih lancar, sekaligus mengurangi waktu tempuh masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka