Intinya tahun ini fokus kita tidak hanya swasembada, kita ingin menjadi penghasil ikan terbesar di dunia.
Jakarta (KABARIN) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, Indonesia berupaya menjadi penghasil ikan terbesar di dunia, agar ketahanan pangan terjamin.
"Intinya tahun ini fokus kita tidak hanya swasembada, kita ingin menjadi penghasil ikan terbesar di dunia," kata Zulhas, di Jakarta, Kamis, usai Rapat Koordinasi Nasional Akselerasi Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN), Sektor Kelautan dan Perikanan.
Zulhas mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar ketahanan pangan terus terjaga dan setelah Indonesia berhasil swasembada beras, maka target selanjutnya yaitu swasembada ikan.
Ia menjelaskan, untuk mencapai cita-cita tersebut, pihaknya dan Kementerian Kelautan dan Perikanan melakukan perubahan dalam tata kelola perikanan di Indonesia baik budi daya maupun ikan tangkap.
Untuk itu, Zulhas meminta semuanya bekerja sama menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan swasembada ikan
"Dengan dukungan semua, maka program kebijakan Presiden untuk swasembada akan terpenuhi dan bahkan kita akan menjadi eksportir terbesar di dunia," ujarnya.
Ia menambahkan, selain produk ikan ditingkatkan, Presiden Prabowo juga meminta agar produksi garam dapat swasembada serta tidak ada lagi impor garam baik industri maupun konsumsi.
Zulhas mengatakan, Presiden juga telah mengeluarkan Inpres Nomor 14 Tahun 2025 yang menginstruksikan langkah intensifikasi, ekstensifikasi, dan intervensi teknologi pada kawasan sentra ekonomi garam rakyat.
"Target swasembada garam itu akhir 2027, karena kita masih impor cukup besar. Oleh karena itu pengendalian ikan dan garam sekarang penuh di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan," katanya menambahkan.
Ia mengatakan pembangunan sektor kelautan dan perikanan sejalan dengan Astacita Presiden, terutama dalam mendorong pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono menegaskan, kawasan konservasi laut menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan sumber daya kelautan di masa depan.
Untuk itu, pemerintah juga mendorong pengembangan budi daya ikan darat tematik hingga 40 ribu titik di 500 kawasan. Langkah tersebut dinilai strategis untuk meningkatkan produksi protein nasional tanpa menambah tekanan terhadap kawasan hutan dan lahan.
Di sektor pergaraman, KKP menargetkan peningkatan produksi garam berkualitas industri melalui program swasembada garam yang dilaksanakan melalui strategi ekstensifikasi dan intensifikasi.
Program tersebut diharapkan mampu menghasilkan garam dengan kadar NaCl di atas 97 persen sebanyak sekitar 400 ribu ton per tahun, untuk memenuhi kebutuhan industri nasional yang selama ini masih bergantung pada impor sekitar 2,7 juta ton per tahun.
"Pemerintah juga mengembangkan kawasan tambak udang terintegrasi di Waingapu, Sumba Timur, sebagai pusat budi daya udang modern dari hulu hingga hilir, serta melakukan revitalisasi tambak di Pantura Jawa seluas sekitar 14.090 hektare yang terintegrasi dengan rehabilitasi mangrove," katanya pula.
Tidak hanya itu, pemerintah juga akan melakukan modernisasi terhadap 4.582 unit kapal perikanan guna meningkatkan daya saing sektor penangkapan ikan sekaligus mendongkrak penerimaan negara melalui devisa, pajak, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Sumber: ANTARA