Sultan Hamengku Buwono X Imbau Wisatawan Tidak Mendaki ke Puncak Merapi

waktu baca 2 menit

Yogyakarta (KABARIN) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mengimbau wisatawan tidak mendaki ke puncak Gunung Merapi yang saat ini statusnya masih Level Tiga atau Siaga.

"Harapan saya bagi turis ya, bagi pendatang dalam arti dia memang mau berwisata, nah itu saya mohon memang jangan naik ke atas (puncak Merapi)," kata Sri Sultan HB di Yogyakarta, Kamis.

Saat ini Gunung Merapi yang berada di perbatasan Kabupaten Sleman DIY dengan kabupaten di Jawa Tengah tersebut berstatus Siaga Level Tiga, bahkan beberapa hari lalu mengalami erupsi.

Menurut Sultan, untuk masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Merapi sudah memahami kondisi gunung aktif tersebut, sehingga dinilai sudah bisa mewaspadai bahaya dari pada dampak status Siaga itu.

"Kalau masyarakat sekitarnya kan sudah paham, tapi pendatang yang belum (paham) dan sekadar mau bervakansi, berlibur kan belum tentu tahu kalau ada aktivitas Merapi. Hati hati, sementara jangan naik dulu," katanya.

Gubernur DIY mengatakan, secara pasti kondisi terkini pihak yang mengetahui bahaya dari aktivitas Merapi adalah Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), sehingga agar imbauan diindahkan.

"Nah, saya tidak tahu persis ya, yang lebih tahu itu BPPTKG. Dan memang sebetulnya kalau masyarakat sekitar Merapi itu paham (situasi Merapi), ya kan," katanya.

Menurut Sultan, masyarakat di lereng Merapi juga paham apakah akan beraktivitas di sekitar Merapi atau tidak di saat kondisi terkini, selain itu memahami batas aliran guguran dan awan panas ketika terjadi erupsi.

"Dia pun juga tidak mau turun karena (guguran dan awan panas) hanya mengalir aja, paling-paling dari atas dua kilometer, 2,5 kilometer, berarti tidak sampai pemukiman. Mereka (masyarakat) sudah tahu sebetulnya," katanya.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka