Moskow (KABARIN) - Rusia menyatakan kesiapannya untuk kembali melanjutkan perundingan dengan Ukraina dari titik terakhir saat proses dialog sempat terhenti.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Galuzin mengatakan negaranya terbuka untuk meneruskan negosiasi. Namun, menurut dia, proses tersebut membutuhkan komitmen politik dari Ukraina maupun negara-negara Barat yang mendukung Kiev.
"Kami siap melanjutkan pembicaraan tepat dari titik di mana pembicaraan tersebut terhenti. Namun, ini membutuhkan kemauan politik tidak hanya dari Kiev tetapi juga dari para pendukung mereka Negara Barat, yang menjadi pihak paling diuntungkan dari krisis ini," kata Galuzin kepada RIA Novosti.
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin juga menegaskan Moskow siap melanjutkan proses perdamaian dengan mengacu pada hasil pembahasan yang pernah dicapai dalam perundingan di Istanbul pada 2022.
Sepanjang 2025, Rusia dan Ukraina telah menjalani tiga putaran perundingan langsung di Istanbul. Dari rangkaian pembicaraan tersebut, kedua negara berhasil menyepakati beberapa langkah kemanusiaan, termasuk pertukaran tahanan.
Selain itu, Rusia juga telah menyerahkan jenazah tentara Ukraina yang tewas kepada pihak Kiev. Kedua negara juga saling bertukar draf memorandum sebagai bagian dari upaya mencari jalan keluar atas konflik yang masih berlangsung.
Sumber: Sputnik_OANA