Cuaca Panas Bukan Halangan Olahraga Asal Terapkan Langkah Ini

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Dokter spesialis kedokteran olahraga dr. Antonius Andi Kurniawan, Sp.KO., Subsp.ALK (K) mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi tubuh dan lingkungan sebelum berolahraga di luar ruangan saat cuaca sedang panas.

Menurut dia, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengecek prakiraan cuaca agar aktivitas fisik tidak dilakukan ketika suhu terlalu tinggi. Selain itu, tubuh juga harus dipastikan dalam kondisi terhidrasi dengan baik sebelum, selama, dan setelah berolahraga.

Kepada ANTARA di Jakarta, Selasa, dr. Andi menjelaskan kebutuhan cairan tubuh sebaiknya dipenuhi sejak malam hari atau paling tidak dua hingga tiga jam sebelum mulai berolahraga.

Ia mengatakan kondisi hidrasi dapat diketahui dari warna urine pada pagi hari. Jika berwarna kuning muda atau jernih berarti tubuh memiliki cukup cairan. Sebaliknya, urine yang berwarna kuning tua atau keruh menjadi tanda tubuh masih kekurangan cairan.

"Kalau misalnya kuning tua atau kuning keruh berarti kita tidak terhidrasi dengan baik. Jadi berolahraga di tempat panas hati-hati. Berarti artinya kondisi cairan dalam tubuh kita itu sangat rendah," kata dr. Andi.

Selain memastikan tubuh cukup cairan, dr. Andi juga menyarankan penggunaan pakaian olahraga berwarna terang karena lebih mampu memantulkan sinar matahari dibandingkan pakaian berwarna gelap yang cenderung menyerap panas.

Ia menambahkan pakaian yang digunakan sebaiknya berbahan ringan, longgar, dan mudah menyerap keringat agar tubuh tetap terasa nyaman selama beraktivitas.

"Bahannya ringan, longgar, terus kemudian yang menyerap keringat," ujarnya.

Dr. Andi turut mengingatkan pentingnya menggunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 atau bahkan SPF 50 untuk membantu melindungi kulit dari paparan sinar matahari langsung.

"Jangan lupa kita menyiapkan tabir surya, minimal SPF 30, atau bahkan sampai 50, supaya melindungi kulit kita dari sinar matahari," katanya.

Ia juga menyarankan masyarakat memilih lokasi olahraga yang memiliki banyak pepohonan atau ruang terbuka hijau agar suasananya lebih teduh. Selain itu, kualitas udara di sekitar lokasi juga perlu diperhatikan sehingga aktivitas fisik tetap aman dan nyaman.

Menurut dr. Andi, berolahraga bersama teman juga menjadi pilihan yang lebih baik karena dapat saling memantau kondisi apabila muncul tanda-tanda gangguan kesehatan.

"Jangan berolahraga sendiri tapi dengan teman supaya kalau misalnya kita bisa saling melihat kondisi masing-masing, check and recheck kondisi teman kita tuh seperti apa," katanya.

Ia mengingatkan agar aktivitas olahraga segera dihentikan jika muncul gejala seperti pusing, sakit kepala, mual, tubuh terasa lemas, kram yang tidak kunjung hilang, atau denyut jantung yang meningkat tidak seperti biasanya.

Bahkan jika kondisi sudah memengaruhi fungsi otak, seseorang bisa mengalami kebingungan, berbicara tidak jelas, linglung, hingga kehilangan kesadaran.

"Kalau misalnya itu sudah terjadi pada otak kita, biasanya seseorang itu ngerasa bingung, bicaranya meracau, linglung, atau bahkan sampai gangguan kesadaran," ujarnya.

"Penting buat kita untuk memperhatikan dan tetap berhati-hati ketika memang cuacanya itu tidak baik," lanjutnya.

Apabila mulai merasakan tanda-tanda dehidrasi seperti haus berlebihan, mudah lelah, pusing, napas dan detak jantung semakin cepat saat berolahraga, dr. Andi menyarankan untuk segera beristirahat dan memperbanyak minum air putih.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka