Kobel: Keberhasilan Swiss ke Delapan Besar Jadi Momen Terindah

waktu baca 3 menit

Vancouver, Kanada (KABARIN) - Kiper Tim Nasional Swiss Gregor Kobel menyebut keberhasilan negaranya melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026 sebagai salah satu momen terindah dalam perjalanan karirnya.

Kobel mengaku masih kesulitan menggambarkan emosinya setelah Swiss mencatatkan sejarah dengan menembus delapan besar turnamen sepak bola terbesar di dunia. Menurutnya, pencapaian tersebut memiliki arti besar, bukan hanya bagi para pemain, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Swiss.

“Ini adalah salah satu hari terindah dalam hidup saya, setidaknya dari sisi olahraga. Saya sangat bahagia untuk tim ini, untuk kami semua, karena kami memiliki begitu banyak orang hebat bersama kami,” kata Kobel seusai pertandingan.

Penjaga gawang berusia 28 tahun itu menilai dukungan para suporter menjadi salah satu faktor yang membuat Swiss mampu melewati laga penuh tekanan. Kobel menyebut atmosfer yang tercipta di stadion memberikan energi besar bagi seluruh pemain untuk terus berjuang.

“Melihat para pemain, bagaimana mereka saling mendorong, bagaimana mereka hadir satu sama lain, emosi yang muncul dari situasi seperti ini tidak bisa dirasakan di tempat lain. Itu unik dan sangat indah,” ujarnya.

Kobel juga berbicara mengenai momen menegangkan saat adu penalti. Ia mengaku tetap tenang karena memiliki kepercayaan besar terhadap rekan-rekannya, baik para eksekutor penalti maupun seluruh anggota tim yang tampil sepanjang pertandingan.

“Saya punya kepercayaan besar kepada para pemain, kemampuan mereka dalam mengeksekusi penalti, dan tentu saja saya percaya dengan kondisi fisik saya sendiri,” kata Kobel.

Menurut Kobel, laga tersebut menjadi ujian berat bagi Swiss karena berjalan dengan intensitas tinggi dan banyak kontak fisik. Ia menyebut timnya harus melewati beberapa periode sulit, tetapi mampu menjaga keseimbangan permainan dan tetap kuat secara mental.

“Kami tahu mereka adalah tim yang sangat kuat secara fisik. Kami tahu akan ada beberapa fase ketika kami harus bertahan dan tetap kuat secara mental. Saya pikir kami melakukan itu dengan sangat baik,” ujar Kobel.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pemain yang tetap berjuang meski menghadapi berbagai tantangan selama pertandingan, termasuk situasi cedera dan tekanan dari lawan.

“Ini bukan pertandingan yang mudah. Ada banyak pelanggaran, banyak situasi fisik, tetapi kami tetap tenang dan mampu melewati fase-fase sulit. Karena itu saya sangat bangga kepada semua orang,” tuturnya.

Bagi Kobel, keberhasilan Swiss mencapai perempat final menjadi pencapaian luar biasa bagi sebuah negara kecil di dunia sepak bola. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras tim yang dibangun dalam beberapa tahun terakhir.

“Untuk sebuah negara kecil bisa berada di delapan besar dunia dalam olahraga terbesar di dunia, itu luar biasa. Saya sangat bahagia untuk para suporter dan semua orang yang terlibat,” kata Kobel.

Kemenangan atas Kolombia membawa Swiss melangkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026. Pada fase delapan besar, Swiss akan menghadapi juara bertahan Argentina.

Pertandingan Argentina melawan Swiss akan berlangsung di Arrowhead Stadium, Kansas City, Sabtu (11/7) waktu setempat.

Menghadapi Argentina yang memiliki pengalaman besar di turnamen internasional, Swiss bertekad menjaga momentum positif setelah menciptakan sejarah baru. Kobel menegaskan perjalanan mereka belum selesai dan timnya masih memiliki ambisi untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka