Vancouver, Kanada (KABARIN) - Pemain Tim Nasional Kolombia Jhon Arias meminta maaf kepada para suporter setelah langkah timnya terhenti pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 dan mengakui kegagalan tersebut menjadi pukulan berat karena besarnya dukungan dan harapan masyarakat Kolombia kepada tim.
“Tentu saja kami meminta maaf, karena saya pikir emosi yang muncul sangat besar. Negara ini menunjukkan bahwa mereka percaya kepada kami, mereka merasakan perjuangan bersama kami, dan menurut saya hal itu membuat rasa sakit ini semakin besar,” kata Arias seusai pertandingan.
Pemain bernomor punggung 11 itu menilai Kolombia harus mampu bangkit dari kegagalan tersebut. Menurutnya, salah satu karakter utama masyarakat Kolombia adalah kemampuan untuk melewati situasi sulit.
“Jika ada satu hal yang menjadi karakter orang Kolombia, itu adalah kemampuan kami untuk bangkit dari kesulitan. Saya berharap hari ini menjadi awal baru yang membawa kami mencapai tujuan terbesar di masa depan,” ujar Arias.
Kolombia harus mengakhiri perjalanan di Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Swiss melalui drama adu penalti pada babak 16 besar. Pertandingan berlangsung ketat dengan kedua tim gagal mencetak gol hingga waktu normal berakhir.
Meski tersingkir, Arias menilai Kolombia telah menunjukkan performa positif sepanjang turnamen. Ia menyebut timnya memiliki modal yang cukup baik, tetapi masih membutuhkan sejumlah perbaikan agar mampu mencapai target lebih tinggi.
“Dengan kepala yang lebih dingin, saya rasa kami menjalani Piala Dunia yang baik. Namun sayangnya itu belum cukup. Mudah-mudahan dalam empat tahun ke depan kami bisa melakukan penyesuaian yang diperlukan agar kami bisa melangkah sampai final,” tuturnya.
Dalam laga melawan Swiss, Kolombia tampil dominan dalam penguasaan bola dan menciptakan beberapa peluang. Namun, Arias mengakui tekanan pertandingan membuat situasi menjadi lebih sulit bagi para pemain.
“Kami memainkan pertandingan yang hebat. Itu laga yang seimbang. Swiss juga merupakan tim yang bagus dan pantas berada di posisi mereka sekarang,” kata Arias.
Menurut Arias, Kolombia harus menemukan faktor yang membuat mereka belum mampu memenangkan pertandingan-pertandingan penting. Ia menilai hal tersebut membutuhkan evaluasi menyeluruh, bukan hanya dari satu aspek.
“Saya pikir ada sesuatu yang masih kurang, sesuatu yang membuat kami belum bisa tampil seperti yang kami inginkan. Kami harus memikirkan itu dengan tenang dan melihat apa yang bisa kami lakukan lebih baik untuk tim nasional,” ujarnya.
Arias juga menolak menjadikan perjalanan jauh selama turnamen sebagai alasan kegagalan Kolombia. Ia mengakui faktor fisik menjadi tantangan, tetapi menegaskan tim tetap memiliki kemampuan untuk bersaing.
“Jelas perjalanan jauh memengaruhi kami secara fisik, tetapi saya tidak berpikir itu adalah alasan. Sudah waktunya berhenti mencari alasan. Kami memiliki kondisi untuk bersaing dan kami sudah melakukannya dengan baik, tetapi sayangnya kami harus pulang,” kata Arias.
Kolombia mengakhiri Piala Dunia 2026 setelah tampil cukup meyakinkan di fase grup. Los Cafeteros lolos dari Grup K dan melanjutkan perjalanan ke babak 16 besar sebelum akhirnya dihentikan Swiss.
Arias berharap evaluasi yang dilakukan dapat membantu Kolombia membangun tim yang lebih kuat di masa depan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada suporter yang tetap memberikan dukungan sepanjang turnamen.
“Para suporter selalu mendukung kami, selalu menunjukkan kepercayaan dan selalu bersemangat bersama kami. Kami harus menemukan apa yang masih kurang agar bisa memberikan mereka pencapaian besar bersama tim nasional,” tutup Arias.
Sumber: ANTARA