Jakarta (KABARIN) - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan pengemudi ojek daring (ojol) yang berstatus sebagai pelaku usaha mikro akan lebih mudah mengakses pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Maman mengatakan kemudahan tersebut dimungkinkan karena para pengemudi telah tergabung dalam ekosistem digital perusahaan aplikasi sehingga data aktivitas dan pendapatan mereka dapat diintegrasikan dengan aplikasi Sapa UMKM milik Kementerian UMKM untuk mendukung akses pembiayaan.
"Kalau kita dorong akses pembiayaan ini ke teman-teman ojol, ini menjadi lebih mudah karena ekosistemnya mereka sudah terbentuk. Mereka masuk dalam ekosistem digital, baik itu sistem yang ada di Grab, Goto, dan Maxim," kata Maman usai melakukan audiensi dengan komunitas ojek daring di Jakarta, Rabu.
Maman mengatakan akses terhadap KUR merupakan salah satu fasilitas dari penetapan pengemudi ojol sebagai pelaku usaha mikro.
Program tersebut diharapkan dapat membuka akses permodalan bagi pengemudi yang ingin mengembangkan usaha.
Adapun penetapan status pengemudi ojol sebagai pelaku usaha mikro akan diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) yang saat ini masih dipersiapkan pemerintah.
Meski demikian, Maman menegaskan penyaluran KUR kepada ojol tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku.
Pengemudi yang memiliki catatan kredit bermasalah, seperti tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan riwayat kredit macet tidak dapat memperoleh pembiayaan.
Lebih lanjut, ia mengatakan mekanisme pendataan pengemudi sebagai pelaku usaha mikro akan dirancang sesederhana mungkin agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
"Di masing-masing kan sudah ada datanya masing-masing. Kami punya sistem Sapa UMKM, tinggal kita integrasikan saja semuanya. By system nanti, langsung otomatis," katanya.
Selain untuk modal usaha, Maman mengatakan pembiayaan KUR juga berpotensi dimanfaatkan pengemudi ojol untuk memiliki kendaraan sendiri.
Menurut dia, masih banyak pengemudi yang menggunakan sepeda motor sewaan sehingga skema pembiayaan tersebut dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Kita bisa dorong mereka supaya mereka bisa beli motor dengan modal pembiayaan dari program KUR," ujar Maman.
Ia menambahkan kebijakan tersebut tidak hanya bermanfaat bagi pengemudi, tetapi juga diyakini akan memberikan manfaat bagi perusahaan aplikasi karena kesejahteraan mitra pengemudi akan semakin meningkat.
Baca juga: Pemerintah Siapin Aturan Baru, Ojol Akan Berstatus Sebagai Pelaku UMKM
Sumber: ANTARA