Jakarta (KABARIN) - Pabrikan otomotif ternama asal Jepang, Toyota menyatakan bahwa mereka belum akan menghadirkan teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) pada kendaraan pikap andalannya, Hilux.
CarsCoops pada Selasa (7/7) waktu setempat, melaporkan bahwa Toyota menilai teknologi tersebut saat ini belum mampu memenuhi tuntutan penggunaan di medan berat, terutama terkait kapasitas angkut dan kemampuan menarik beban.
Pernyataan itu disampaikan oleh manajemen Toyota Australia, di tengah meningkatnya persaingan pada segmen pikap elektrifikasi.
Sejumlah pabrikan, terutama asal China, telah lebih dahulu menawarkan model pikap PHEV seperti BYD Shark 6, GWM Cannon Alpha, hingga Chery Stockman yang segera meluncur di beberapa pasar.
Manajer Senior Perencanaan Produk dan Penetapan Harga Toyota Australia, Ray Munday mengatakan perusahaan terus mempelajari peluang menghadirkan Hilux PHEV.
Namun, Toyota tidak ingin terburu-buru meluncurkan produk yang dinilai belum mampu memenuhi standar performa yang diharapkan pelanggan.
Menurut Munday, tantangan terbesar pada sistem PHEV saat ini adalah bertambahnya bobot kendaraan akibat penggunaan baterai dan komponen elektrifikasi.
Kondisi tersebut berpotensi mengurangi kapasitas muatan, sekaligus kemampuan kendaraan dalam menarik beban berat.
“Teknologi tersebut saat ini belum tentu mampu memenuhi standar kami mengenai kemampuan menarik beban berat yang dibutuhkan pelanggan Hilux,” ujar Munday.
Ia menambahkan, ekspektasi konsumen terhadap Toyota dan Hilux sangat tinggi, sehingga perusahaan harus memastikan setiap teknologi baru, yang benar-benar siap digunakan dalam berbagai kondisi operasional.
Toyota menilai kemampuan kerja menjadi faktor penting pada segmen pikap. Saat ini, Hilux bermesin diesel mampu menawarkan kapasitas penarik hingga 3.500 kilogram dan daya angkut sekitar satu ton.
Perusahaan khawatir, konfigurasi PHEV belum dapat menyamai kemampuan tersebut dalam penggunaan sehari-hari.
Kekhawatiran itu juga tercermin dari kemampuan Hilux versi baterai listrik (BEV) bermotor ganda, yang memiliki kapasitas penarik sekitar 2.000 kilogram, lebih rendah dibandingkan varian diesel.
Karena itu, Toyota untuk sementara masih memfokuskan pengembangan teknologi PHEV pada lini mobil penumpang dan SUV, sembari menunggu kematangan teknologi untuk kendaraan niaga ringan dan pikap.
Wakil Presiden Penjualan, Pemasaran, dan Operasi Waralaba Toyota Australia, John Pappas mengatakan perusahaan tetap mengkaji berbagai pilihan sistem penggerak, namun setiap teknologi harus mampu menjawab kebutuhan pelanggan sebelum dipasarkan.
Sementara itu, Toyota telah menawarkan Hilux dalam pilihan mesin diesel, mild-hybrid, dan versi listrik murni di sejumlah pasar.
Pabrikan Jepang tersebut juga menyiapkan varian berbasis fuel cell electric vehicle (FCEV) yang dijadwalkan bergabung dalam jajaran Hilux pada 2028, sebagai bagian dari strategi menghadirkan beragam teknologi elektrifikasi sesuai karakteristik penggunaan kendaraan.
Baca juga: Chery Omoda C9 Terbaru Hadir dengan Varian Bensin dan PHEV
Baca juga: Penjualan Mobil Listrik di China Mulai Menurun
Sumber: ANTARA