Jakarta (KABARIN) - Kebiasaan mengonsumsi minuman berpemanis setiap hari sejak masa kanak-kanak hingga remaja berpotensi meningkatkan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi ketika memasuki usia dewasa, menurut hasil penelitian terbaru.
Dikutip dari Eating Well, Rabu (8/7), penelitian yang dilakukan tim peneliti dari Harvard T.H. Chan School of Public Health dan University of Toronto menganalisis data Growing Up Today Study (GUTS) yang melibatkan hampir 26.000 peserta di Amerika Serikat. Para peserta dipantau hingga usia 25 tahun untuk menilai hubungan antara konsumsi fruktosa dan risiko hipertensi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fruktosa yang berasal dari minuman berpemanis, seperti minuman bersoda, minuman buah dengan tambahan gula, teh manis kemasan, serta minuman olahraga, berkaitan dengan meningkatnya risiko tekanan darah tinggi.
Dibandingkan dengan peserta yang mengonsumsi kurang dari tiga porsi minuman berpemanis setiap pekan, mereka yang mengonsumsi sedikitnya dua porsi per hari memiliki risiko hipertensi yang lebih tinggi. Bahkan, setiap tambahan satu porsi minuman berpemanis per hari dikaitkan dengan peningkatan risiko hipertensi sebesar 14 persen.
Peneliti juga menemukan bahwa setiap porsi harian minuman bersoda berhubungan dengan peningkatan risiko hipertensi sebesar 23 persen. Sementara itu, konsumsi minuman olahraga setiap hari dikaitkan dengan peningkatan risiko hingga 36 persen.
Sebaliknya, konsumsi buah utuh tidak ditemukan memiliki kaitan dengan peningkatan risiko hipertensi. Mengganti satu porsi minuman berpemanis setiap hari dengan buah utuh dikaitkan dengan penurunan risiko hipertensi sebesar 22 persen.
Penggantian dengan susu dan air putih juga berhubungan dengan penurunan risiko masing-masing sebesar 13 persen dan 9 persen.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa studi ini bersifat observasional sehingga tidak dapat membuktikan hubungan sebab akibat secara langsung.
Namun, temuan tersebut semakin memperkuat anjuran untuk membatasi konsumsi minuman berpemanis dan memilih alternatif yang lebih sehat seperti buah utuh, air putih, maupun susu guna membantu menjaga tekanan darah tetap normal.
Sumber: Eating Well