"Kalau ada pihak yang tulus ikhlas mau membantu, ya kita jelas sebagai manusia masa menolak bantuan. Asal bantuannya itu jelas ya, tadi saya sampaikan kepada pihak yang memberi sumbangan silahkan, monggo. Bikin surat, saya menyumbang ini, nanti kita
Jakarta (KABARIN) - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah terbuka menerima bantuan dari siapa pun untuk penanganan bencana di Sumatera. Namun, ia mengingatkan semua bantuan harus lewat jalur resmi agar pengelolaannya transparan dan tidak disusupi kepentingan tertentu.
Pesan itu disampaikan Prabowo saat rapat terbatas membahas perkembangan pembangunan 600 unit hunian sementara yang disiarkan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden pada Kamis. Ia menekankan setiap sumbangan dari warga, komunitas, hingga diaspora perlu dilaporkan lebih dulu ke pemerintah supaya penyalurannya tepat sasaran.
"Kalau ada pihak yang tulus ikhlas mau membantu, ya kita jelas sebagai manusia masa menolak bantuan. Asal bantuannya itu jelas ya, tadi saya sampaikan kepada pihak yang memberi sumbangan silahkan, monggo. Bikin surat, saya menyumbang ini, nanti kita laporkan ke pemerintah pusat. Nanti kita yang akan salurkan kalau memang dia membantu," ujar Prabowo.
Menurut Presiden, prosedur resmi penting agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan dan tidak memicu persoalan di kemudian hari. Pemerintah tidak ingin niat baik justru menimbulkan masalah karena mekanisme yang tidak jelas.
Prabowo menyebut bantuan bisa datang dari berbagai kalangan, termasuk diaspora Aceh, Minangkabau, Batak, maupun warga Indonesia di luar negeri yang ingin ikut membantu. Semua bentuk dukungan itu akan difasilitasi melalui skema yang disepakati bersama antara pemerintah pusat dan daerah.
Ia juga membuka peluang pembentukan rekening khusus bantuan pascabencana agar masyarakat bisa menyalurkan donasi secara langsung dengan tetap berada dalam pengawasan.
Meski demikian, Prabowo menegaskan satu hal yang tidak bisa ditawar. Bantuan harus diberikan dengan niat tulus dan tanpa embel-embel kepentingan di kemudian hari.
"Kita tidak menolak bantuan, hanya mekanisme dan prosedurnya harus jelas ya kan, dan harus ikhlas. Karena kita mengalami, pernah dibantu-dibantu akhirnya ujungnya ada juga ya kan yang menagih," imbuhnya.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026