Manado (KABARIN) - Banjir bandang menerjang kawasan permukiman warga di Kelurahan Bahu, Lingkungan III, Kecamatan Siau Timur, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara. Peristiwa ini menyebabkan enam orang meninggal dunia.
Informasi tersebut disampaikan Bupati Cinthya Ingrid Kalangit melalui Kepala Bagian Prokopim Setda Sitaro, Deddy Passandaran, di Manado pada Senin.
"Selain korban jiwa, beberapa rumah hilang, warga yang belum ditemukan serta warga mengalami luka-luka," kata Bupati Cinthya Ingrid Kalangit melalui Kabag Prokopim Deddy Passandaran.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Ratmon Bangsa, Fardelin Tamalonggehe, Yance Tamalonggehe, Lorensi Bawolce, Yoan Bangsa, dan Santi Diamanis.
Selain itu, sejumlah warga masih dalam pencarian. Mereka adalah Swinggli Dalending, Adris Pianaung, Leon Pianaung, serta Kairi Kansil yang masih berusia bayi.
Banjir bandang juga mengakibatkan beberapa warga mengalami luka. Korban luka tercatat atas nama Dhea Pinamagun, Marlis Sangili, Onal Kansil, dan Abo Pandaeng.
Untuk sementara, warga terdampak dari Lingkungan III dan Lingkungan IV dievakuasi ke Kantor Kelurahan Bahu. Selanjutnya, para pengungsi direncanakan dipindahkan ke Museum Kelurahan Tarorane di Kecamatan Siau Timur.
"Data sementara warga pengungsi sebanyak 35 kepala keluarga, 108 jiwa," ujar Deddy.
Banjir bandang terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Senin dini hari sekitar pukul 02.30 Wita. Selain menelan korban jiwa, bencana ini juga menyebabkan lima rumah hilang tersapu air dan material.
Akses jalan yang menghubungkan Kelurahan Bahu dengan Pangirolong di Kecamatan Siau Timur dan Siau Timur Selatan pun tertutup akibat banjir.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026