Amerika Serikat Ingin Tempatkan Senjata di Luar Angkasa

waktu baca 2 menit

Washington (KABARIN) - Amerika Serikat kembali menunjukkan ambisi besarnya di bidang pertahanan militer. Menteri Perang AS Pete Hegseth menegaskan rencana pemerintahannya untuk menempatkan sistem persenjataan di luar angkasa melalui proyek ambisius bernama Golden Dome.

Dalam pidatonya di Colorado, Hegseth menjelaskan bahwa Golden Dome dirancang sebagai sistem pertahanan generasi baru yang menggabungkan teknologi satelit, sensor canggih, dan persenjataan berbasis antariksa.

"Golden Dome untuk Amerika, sebuah inisiatif revolusioner berupa senjata dan sensor berbasis antariksa, konstelasi terfokus dari sensor dan satelit generasi berikutnya yang akan melihat setiap ancaman dari setiap sudut dunia," kata Hegseth.

Proyek ini pertama kali diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada Mei lalu. Program tersebut disebut-sebut sebagai sistem pertahanan berlapis yang mengintegrasikan kekuatan militer dari darat, laut, hingga ruang angkasa guna melindungi wilayah Amerika Serikat dari ancaman serangan rudal.

Menurut rencana awal pemerintah AS, pembangunan Golden Dome diperkirakan menelan biaya hampir 175 miliar dolar AS atau sekitar Rp2,94 kuadriliun. Uji coba besar pertama dari sistem ini dilaporkan dijadwalkan berlangsung pada akhir 2028.

Namun, laporan dari Bloomberg menyebutkan bahwa sejumlah analis pertahanan memperkirakan biaya sebenarnya bisa jauh lebih besar. Berdasarkan penilaian para ahli, total pengeluaran proyek tersebut berpotensi membengkak hingga 1,1 triliun dolar AS atau sekitar Rp18,5 kuadriliun.

Golden Dome digadang-gadang menjadi salah satu proyek pertahanan paling ambisius dalam sejarah modern. Dengan memanfaatkan konstelasi satelit dan sensor berteknologi tinggi, sistem ini dirancang untuk mendeteksi, melacak, hingga mencegat ancaman rudal dari berbagai arah secara real time.

Rencana penempatan senjata di luar angkasa ini sekaligus memicu perhatian dunia internasional karena dinilai dapat mengubah peta persaingan militer global, terutama dalam perlombaan teknologi pertahanan berbasis antariksa yang kini semakin intens.

Sumber: Sputnik_OANA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka