Hamilton, Kanada (KABARIN) - Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB mengingatkan bahwa warga Gaza yang paling rentan terus menghadapi kondisi musim dingin ekstrem sementara bantuan kemanusiaan kesulitan masuk.
Lembaga-lembaga kemanusiaan tetap berusaha mendukung keluarga terdampak meski pasokan penting banyak yang terhambat oleh otoritas Israel.
Perluasan layanan pendidikan bagi anak-anak juga menjadi prioritas, tapi hal ini bergantung pada masuknya bantuan tepat waktu yang hingga kini masih dibatasi Israel. Otoritas Israel menilai pendidikan belum dianggap prioritas kritis di awal fase gencatan senjata.
Situasi serupa terjadi di Tepi Barat, di mana puluhan tenda dan tempat penampungan darurat bagi komunitas Badui dan penggembala Palestina rusak akibat cuaca buruk. Lebih dari 50 bangunan dihancurkan di Area C dan Yerusalem Timur, membuat puluhan warga kehilangan tempat tinggal dan memengaruhi mata pencaharian sekitar 14.000 orang.
Sejak Oktober 2023, pasukan Israel dan pemukim ilegal disebut telah menewaskan lebih dari 1.100 warga Palestina di Tepi Barat termasuk Yerusalem Timur, melukai hampir 11.000 orang, dan menahan sekitar 21.000 lainnya.
Mahkamah Internasional pada Juli tahun lalu menegaskan bahwa pendudukan Israel di wilayah Palestina ilegal dan menyerukan pengosongan seluruh permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026