Washington (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal akan membiarkan perjanjian pengendalian senjata nuklir terakhir antara AS dan Rusia berakhir dan mencari opsi perjanjian baru yang lebih luas dan mungkin melibatkan negara lain, lapor The New York Times Kamis.
Perjanjian New START yang berlaku sejak 2011 membatasi jumlah hulu ledak strategis kedua negara di angka 1.550 unit dan sistem peluncuran seperti rudal, pengebom, dan kapal selam di angka 700 unit. Perjanjian ini dijadwalkan berakhir 5 Februari mendatang.
"Jika perjanjian itu berakhir, berarti memang berakhir," ujar Trump dalam wawancara, memberi sinyal ia tidak akan menerima proposal Rusia untuk mempertahankan batasan yang ada.
Trump menambahkan, "Kita akan membuat perjanjian yang lebih baik. Mungkin kita juga ingin melibatkan beberapa pemain lain."
Jika benar berakhir, AS dan Rusia, dua negara dengan kekuatan nuklir terbesar, akan kembali tanpa batasan persenjataan nuklir untuk pertama kalinya dalam hampir 50 tahun.
Awalnya New START dimaksudkan berlaku selama 10 tahun, dan pada 2021, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Joe Biden memperpanjangnya lima tahun terakhir sesuai ketentuan perjanjian. Putin sebelumnya sempat menawarkan agar Rusia tetap menerapkan perjanjian secara sukarela jika AS juga bersedia melakukannya.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026