Jakarta (KABARIN) - Oregano dikenal luas sebagai bumbu dapur yang kerap dipakai untuk memperkaya rasa masakan, terutama hidangan gurih. Daunnya yang kecil dengan aroma khas membuat rempah ini jadi pelengkap favorit dalam berbagai olahan makanan.
Tanaman herbal yang berasal dari kawasan Mediterania ini masih satu rumpun dengan mint. Selain digunakan sebagai penyedap, oregano juga bisa diolah menjadi minuman herbal seperti teh atau air infus yang dipercaya membantu menjaga kondisi tubuh tetap prima.
Di balik rasanya yang kuat, oregano menyimpan beragam senyawa antioksidan yang baik untuk menunjang gaya hidup sehat. Tak heran jika tanaman ini sering dimanfaatkan sebagai bahan alami untuk mendukung kesehatan. Berikut kandungan gizi, manfaat, serta efek samping oregano yang perlu diketahui.
Kandungan gizi oregano
Meski digunakan dalam jumlah kecil, oregano tetap menyumbang berbagai nutrisi penting bagi tubuh. Kalorinya tergolong rendah, namun vitamin dan mineral di dalamnya cukup beragam. Dalam satu gram atau sekitar satu sendok teh oregano kering, terkandung beberapa zat gizi berikut.
• Serat sekitar 0,4 gram
• Karbohidrat sekitar 0,7 gram
• Energi sebesar 2,7 kalori
• Fosfor sekitar 1,5 miligram
• Folat sekitar 2,4 miligram
• Kalium sekitar 12,6 miligram
• Kalsium sekitar 16 miligram
Manfaat oregano untuk kesehatan
Oregano tidak hanya berfungsi sebagai bumbu dapur, tetapi juga dikenal memiliki berbagai khasiat bagi tubuh jika dikonsumsi dengan tepat.
1. Membantu menjaga daya tahan tubuh
Kandungan senyawa aktif dalam oregano memiliki sifat antivirus yang dapat membantu sistem imun bekerja lebih optimal dalam melawan infeksi, termasuk beberapa jenis virus.
2. Mendukung pemulihan luka
Oregano sering dimanfaatkan dalam pengobatan herbal untuk membantu proses penyembuhan luka, termasuk luka setelah tindakan operasi, karena mampu mendukung regenerasi jaringan kulit.
3. Mengurangi peradangan
Senyawa seperti karvakrol dan limonene di dalam oregano dikenal memiliki efek antiinflamasi yang membantu meredakan peradangan berlebih di dalam tubuh.
4. Melawan bakteri berbahaya
Sifat antibakteri alami pada oregano membantu menghambat pertumbuhan bakteri tertentu, sehingga dapat mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.
5. Membantu menjaga gula darah
Bagi penderita diabetes, oregano kerap digunakan sebagai pendukung alami untuk membantu menjaga kestabilan kadar gula darah dan mengurangi peradangan yang berkaitan dengan metabolisme.
Efek samping oregano
Meski memiliki banyak manfaat, konsumsi oregano tetap perlu dibatasi. Penggunaan berlebihan, baik sebagai campuran makanan maupun herbal, bisa memicu efek samping tertentu.
• Mual dan muntah
• Sakit kepala
• Diare
• Tubuh terasa lemas
• Nyeri pada otot
• Reaksi alergi terutama bagi yang sensitif terhadap mint, basil, sage, atau lavender
• Iritasi pada kulit
• Risiko pendarahan terutama pada penderita diabetes dan gangguan darah
Dengan memahami manfaat dan risikonya, oregano bisa dimanfaatkan secara bijak sebagai bagian dari pola hidup sehat. Penggunaan dalam jumlah wajar akan membantu mendapatkan khasiatnya tanpa memicu efek yang tidak diinginkan.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026