Dokter: Luka Kaki pada Pasien Diabetes Perlu Penanganan Dini

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Dokter bedah vaskular Andrew Jackson Yang mengingatkan pentingnya penanganan cepat terhadap luka kaki pada pasien diabetes. Menurutnya, kaki menjadi bagian tubuh yang paling rentan cedera karena terus menopang aktivitas sehari-hari.

Dalam temu media di Jakarta, Kamis, dr. Andrew menjelaskan bahwa benturan kecil seperti tersenggol atau terantuk bisa dengan mudah memicu luka di area kaki, bahkan risikonya lebih tinggi dibanding bagian tubuh lain.

"Jadi sering terjadi trauma pada area kaki. Misalnya terpentok atau tersenggol, jadi terjadi lukanya di kaki lebih rawan dibandingkan dengan di tangan atau bagian tubuh lainnya," kata lulusan Universitas Indonesia itu.

Ia menuturkan, luka kaki pada penderita diabetes sulit sembuh karena aliran darah ke jaringan sering terganggu akibat masalah pada pembuluh darah. Ditambah lagi, kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama juga melemahkan fungsi sel perbaikan jaringan serta sistem kekebalan tubuh.

"Diabetes tidak hanya berkaitan dengan gula darah, tapi juga menyerang pembuluh darah. Luka pada kaki itu bukan masalah kulit semata, sehingga pemeriksaan aliran darah menjadi sangat penting," kata dr. Andrew.

Ia menjelaskan bahwa istilah kaki diabetes mencakup berbagai komplikasi yang bisa muncul di kaki pasien diabetes. Kondisi ini membuat luka kecil sekalipun mudah terinfeksi. Jika infeksi semakin parah, amputasi bisa menjadi langkah terakhir untuk mencegah penyebaran infeksi.

Untuk mencegah hal tersebut, dr. Andrew menekankan pentingnya evaluasi vaskular sejak awal. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menentukan langkah penanganan yang tepat bagi pasien.

Pemeriksaan bisa meliputi berbagai metode seperti Angkle Brachial Index, USG Doppler, CT Angiography, hingga Angiography.

Dalam beberapa kasus, tindakan seperti angioplasty bisa dilakukan untuk membuka pembuluh darah yang menyempit dan memasang stent bila penyempitan cukup berat. Selain itu, ada juga prosedur atherectomy yang bertujuan mengikis plak pada pembuluh darah menggunakan alat khusus.

Semua langkah ini bertujuan menjaga jaringan kaki tetap sehat dan mencegah amputasi besar.

"Ada sebuah fun fact dari penelitian yang menyatakan bahwa kurang lebih 85 persen amputasi pada diabetes diawali dari luka kaki yang kecil dan evaluasi aliran darah dini dan revaskularisasi dapat mencegah banyak kejadian amputasi," kata dr. Andrew.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka