Jakarta (KABARIN) - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyampaikan kalau sampai sekarang belum ada bukti ilmiah yang membuktikan bahwa air kelapa bisa mengurangi rasa gatal akibat cacar air.
"Belum ada bukti ilmiah bahwa air kelapa mengurangi gatal (akibat cacar), tapi (air kelapa) boleh diberikan pada anak-anak," kata Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik IDAI Dr. dr. Ratni Indrawanti, Sp.A, Subsp.I.P.T(K) dalam diskusi daring di Jakarta, Selasa.
Ratni menjelaskan air kelapa sejauh ini diketahui kaya elektrolit seperti kalium yang membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Manfaat ini juga sudah lama dipercaya oleh nenek moyang sebagai cara alami menjaga tubuh tetap sehat.
Meski begitu, untuk klaim bisa mengurangi gatal pada pasien cacar, dibutuhkan penelitian lebih lanjut agar informasi soal fungsi dan manfaat air kelapa bisa lebih akurat dan valid.
Ratni menegaskan meski belum terbukti mengurangi gatal, air kelapa tetap aman dikonsumsi oleh anak yang terkena cacar air.
Ia juga mengingatkan orang tua agar selalu mencari informasi soal cacar air dari sumber terpercaya dan jangan mudah percaya mitos-mitos yang beredar di masyarakat.
Cacar air atau varicella adalah infeksi virus varicella zoster (VZV) yang biasanya ditandai demam dan munculnya lepuhan kecil berisi cairan yang menyebar ke seluruh tubuh. Penyakit ini umum terjadi pada anak-anak dan virusnya gampang menular di ruangan tertutup seperti sekolah, bangsal, atau rumah.
Penyakit ini sebenarnya bisa dicegah dengan imunisasi. IDAI merekomendasikan vaksin varisela disuntikkan mulai usia 12 bulan. Untuk anak usia 1-12 tahun, diberikan 2 dosis dengan jarak 6 minggu sampai 3 bulan, dan untuk usia 13 tahun ke atas jaraknya 4-6 minggu.
Anak usia 2 tahun ke atas yang belum mendapat MR/MMR dan varisela bisa diberikan vaksin MMRV sebagai dosis primer, sementara anak di bawah 2 tahun yang sudah mendapat MR/MMR atau varisela bisa diberi MMRV sebagai booster.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026