News

Semeru Luncurkan Awan Panas 5 Km, Warga Diminta Tetap Waspada

Gunung Semeru juga mengalami satu kali gempa embusan dengan amplitudo 8 mm dan 2 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 10-25 mm

Lumajang, Jawa Timur (KABARIN) - Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) meluncurkan awan panas guguran sejauh 5 kilometer dari puncak pada Rabu siang, sehingga masyarakat diminta untuk meningkatkan kesiagaannya.

"Terjadi 1 kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 20 milimeter dan lama gempa 3.000 detik," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Aktivitas Gunung Semeru pada pengamatan kegempaan pukul 06.00-12.00 WIB juga merekam terjadinya 33 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 15-22 mm dan lama gempa 62-130 detik.

"Gunung Semeru juga mengalami satu kali gempa embusan dengan amplitudo 8 mm dan 2 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 10-25 mm," tuturnya.

Ia menjelaskan, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu masih dalam status siaga atau level III, sehingga rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yakni masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," katanya.

Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Perlu juga mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Isnugroho mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi meningkatnya aktivitas Gunung Semeru saat statusnya masih siaga.

"Awan panas guguran terjadi pada pukul 11.25 WIB dengan amplitudo maksimum 20 mm dan alhamdulillah getaran awan panas sudah berhenti pada pukul 12.15 WIB," katanya.

BPBD Lumajang terus memantau aktivitas Gunung Semeru melalui koordinasi dengan Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru yang berada di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: