Budapest (KABARIN) - Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban mengungkapkan bahwa negaranya mendapat undangan langsung dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk bergabung dalam pekerjaan “Dewan Perdamaian untuk Gaza” sebagai anggota pendiri. Pernyataan itu disampaikan Orban pada Minggu melalui unggahan di Facebook.
Dalam unggahannya, Orban menyebut undangan tersebut sebagai bentuk pengakuan atas “upaya Hongaria bagi perdamaian”. Ia juga mengonfirmasi bahwa Hongaria menerima apa yang ia sebut sebagai “undangan kehormatan” dari Gedung Putih. Orban bahkan memperlihatkan surat resmi bertanggal 16 Januari, yang berisi undangan Trump agar Hongaria ikut ambil bagian dalam dewan tersebut.
Sebelumnya dilaporkan, Dewan Perdamaian untuk Gaza merupakan bagian dari inisiatif yang dipimpin Amerika Serikat. Fokusnya mencakup demiliterisasi Hamas, pembentukan pemerintahan teknokrat, hingga upaya rekonstruksi Jalur Gaza pascakonflik.
Gedung Putih pada Jumat (16/1) telah mengumumkan daftar anggota dewan, dengan Donald Trump bertindak sebagai ketua. Nama-nama lain yang masuk antara lain Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Trump Steve Witkoff, menantu Trump Jared Kushner, serta mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.
Meski begitu, susunan dewan yang dipimpin AS ini menuai kritik. Kantor Perdana Menteri Israel pada Sabtu (17/1) menyatakan bahwa pengumuman AS terkait komposisi dewan “tidak dikoordinasikan dengan Israel dan bertentangan dengan kebijakannya.”
Dari sisi lain, pihak Palestina juga menyuarakan ketidakpuasan. Mereka menilai komposisi Dewan Perdamaian Gaza lebih melayani kepentingan Israel dan mengindikasikan “niat negatif terkait pelaksanaan ketentuan perjanjian (gencatan senjata).”
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026