Peningkatan debit air Sungai Citarum mengakibatkan tanggul jebol. Air kemudian meluap dan menggenangi permukiman warga. Kondisi ketinggian air mencapai 60 centimeter
Kabupaten Bekasi (KABARIN) - Sebanyak 553 kepala keluarga (KK) di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, terdampak banjir setelah tanggul Sungai Citarum jebol pada Selasa (20/1) dini hari. Banjir terjadi akibat meningkatnya debit air Sungai Citarum yang membuat tanggul penahan air tak mampu menahan luapan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dody Supriyadi, mengatakan tanggul jebol sepanjang kurang lebih delapan meter. Air pun langsung meluap dan menggenangi permukiman warga dengan ketinggian bervariasi.
“Peningkatan debit air Sungai Citarum mengakibatkan tanggul jebol. Air kemudian meluap dan menggenangi permukiman warga. Kondisi ketinggian air mencapai 60 centimeter,” katanya di Cikarang, Selasa.
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, ratusan KK terdampak tersebar di lima kampung. Di Kampung Bendungan RT 03/05 tercatat 141 KK terdampak, disusul Kampung Gedung Cinde RT 01/05 sebanyak 105 KK.
Sementara itu, 152 KK di Kampung Singkil RT 02/06 turut terdampak banjir. Selain itu, Kampung Gedung Bokor RT 03/03 mencatat 30 KK terdampak, serta Kampung Biyombong RT 03/06 sebanyak 125 KK. Hingga saat ini, tidak ada laporan warga yang mengungsi maupun korban luka dan korban jiwa.
Dody menjelaskan ketinggian air di rumah-rumah warga berkisar antara 10 hingga 60 centimeter. Meski banjir masih merendam permukiman, sebagian besar warga memilih bertahan di rumah sambil terus memantau kondisi air.
BPBD Kabupaten Bekasi telah melakukan koordinasi dan pendataan bersama aparat desa, RT/RW, serta unsur kewilayahan setempat. Selain itu, bantuan logistik juga sudah mulai disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
“Logistik yang kami kirimkan meliputi bronjong, karung, terpal, makanan siap saji, air mineral, serta paket sembako untuk kebutuhan dasar warga,” ucap dia.
Sebagai langkah antisipasi ke depan, BPBD merekomendasikan pembangunan turap permanen di sepanjang bantaran Sungai Citarum. Saat ini, personel BPBD masih disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan naiknya debit air susulan.
“Kami masih menyiagakan personel di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan debit air,” kata dia.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026