St. Petersburg (KABARIN) - Para ilmuwan di Rusia berhasil mengembangkan galur vaksin baru untuk melawan virus flu burung H5N1 yang sangat berbahaya, menurut pengumuman Russian Science Foundation (RSF), Selasa.
Vaksin baru ini dirancang sesuai dengan varian H5N1 yang sedang beredar saat ini, namun tetap aman bagi hewan dan manusia, tulis RSF di situs resminya. Penelitian ini dilakukan oleh tim dari St. Petersburg State University of Veterinary Medicine dan A.A. Smorodintsev Research Institute of Influenza.
Virus H5N1 dikenal sangat patogen dan terus menyebar ke berbagai wilayah, menyebabkan kematian massal pada unggas domestik maupun liar serta kerugian ekonomi besar. Variasi virus yang cepat bermutasi membuat vaksin lama kurang efektif karena tidak lagi sesuai dengan galur yang beredar.
Dalam pengembangan vaksin baru ini, para ilmuwan menggunakan teknik genetika terbalik atau reverse genetics. Gen hemagglutinin dan neuraminidase dari virus H5N1 yang diisolasi dari burung camar berkepala hitam pada 2023 dimodifikasi agar lebih aman, lalu digabungkan dengan gen H1N1 laboratorium untuk menciptakan virus hybrid yang bisa bereplikasi dengan baik di embrio ayam.
Hasil uji coba menunjukkan bahwa anak ayam yang divaksin dua dosis dengan jarak 14 hari menghasilkan antibodi terhadap H5N1 hingga 10 kali lipat lebih tinggi dari batas minimum yang dibutuhkan untuk perlindungan. RSF menyebut ini menandakan galur vaksin baru memiliki tingkat imunogenisitas yang tinggi.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026