Tunis (KABARIN) - Tunisia dilanda banjir hebat setelah hujan deras yang tercatat sebagai yang terlebat sejak 1950, menewaskan sedikitnya empat orang, menurut laporan Tunis Afrique Presse (TAP) pada Selasa.
Korban jiwa terjadi antara Senin malam dan Selasa di kota Moknine, provinsi pesisir timur Monastir, di mana curah hujan mencapai 230 mm, lapor TAP.
Khalil Meshri, kepala operasi di Departemen Perlindungan Sipil, mengatakan timnya sudah melakukan lebih dari 106 intervensi hingga pukul 5 pagi waktu setempat, termasuk memeriksa jalan yang tergenang dan mengevakuasi kendaraan yang terjebak banjir.
Meshri menambahkan mereka mengevakuasi 15 orang dan membantu sekitar 300 orang menyeberangi sungai dan area yang terendam air. Hujan deras membuat sungai dan aliran air meluap, sehingga beberapa jalan menjadi sangat berbahaya.
Institut Meteorologi Nasional mengeluarkan peringatan merah, level tertinggi, untuk wilayah Grand Tunis, Nabeul, dan Monastir.
Pemerintah menangguhkan kegiatan sekolah di lebih dari delapan provinsi dan menutup jalan utama. Warga diminta tetap waspada, menghindari daerah rawan banjir, dan mengikuti instruksi keselamatan karena hujan deras dan angin kencang diperkirakan masih akan berlangsung.
Presiden Tunisia Kais Saied juga memerintahkan militer untuk ikut dalam operasi penyelamatan di seluruh negeri, menurut media lokal.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026