Health

Peneliti Temukan “Titik Lemah” Kanker: DNA Bisa Rusak oleh Dirinya Sendiri

Yerusalem (KABARIN) - Para peneliti Israel telah menemukan bahwa sel-sel kanker dapat merusak DNA mereka sendiri melalui proses yang sama yang mendorong pertumbuhan agresif mereka.

Peneliti tersebut mengungkapkan kerentanan utama yang dapat dieksploitasi untuk pengobatan baru, menurut pernyataan dari Universitas Ibrani Yerusalem pada Rabu.

Studi itu, yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advances, menunjukkan bahwa pengatur genetik hiperaktif yang disebut "super-enhancer" memaksa gen kanker untuk bekerja pada kecepatan maksimum.

Namun, "super-enhancer" ini juga menciptakan "tekanan" yang sangat besar pada DNA dan dapat menyebabkan patahan (break).

Menggunakan pemetaan canggih, para peneliti menemukan bahwa patahan-patahan DNA ini terjadi berulang kali di sejumlah wilayah dengan aktivitas tinggi yang sama.

Meski sel kanker mampu memperbaiki patahan-patahan tersebut, siklus patah dan perbaikan yang berulang dapat membuat wilayah-wilayah ini semakin rentan terhadap akumulasi mutasi seiring waktu.

"Singkatnya, mekanisme yang sama yang membantu kanker tumbuh dengan cepat juga dapat membuat DNA-nya lebih rapuh," tambah pernyataan tersebut.

Temuan itu mengarah pada sebuah strategi pengobatan yang menjanjikan.

Menargetkan wilayah-wilayah DNA yang mengalami stres berlebih ini akan dapat mengganggu siklus pertumbuhan kanker, memperlambat kemampuannya untuk berevolusi, dan membuat tumor lebih sensitif terhadap terapi yang ada, papar laporan tersebut.

Pewarta: Xinhua
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: