Jakarta (KABARIN) - Puasa intermiten, yaitu makan dalam jangka waktu tertentu dan berpuasa di sisa hari, jadi salah satu cara populer buat menurunkan berat badan.
Tapi kalau sampai ekstrem, kayak makan cuma sekali sehari atau One Meal A Day/OMAD, ahli gizi menilai hal ini bisa berdampak buruk buat tubuh.
Ahli gizi Dasha mengatakan orang yang menjalani OMAD punya risiko lebih tinggi mengalami masalah pada kantung empedu. Kantung empedu sendiri penting buat mencerna lemak dari makanan yang dikonsumsi.
"Empedu dilepaskan oleh kantung empedu untuk membantu Anda mencerna lemak sepanjang hari, apapun yang Anda makan," katanya.
Kalau hanya makan sekali sehari, empedu cuma “nongkrong” di kantung empedu dan bisa membentuk endapan, yang berpotensi menimbulkan batu empedu.
Dasha menyarankan pola makan yang lebih seimbang dan lebih ramah buat tubuh. Misalnya puasa semalaman selama 12 jam dengan makan malam sebelum jam 19.00 dan sarapan keesokan harinya sekitar jam 07.00.
Makan sekitar satu jam setelah bangun tidur bisa membantu energi dan metabolisme tetap stabil. Memberi jarak tiga sampai empat jam antar waktu makan juga berguna supaya nggak makan berlebihan dan kadar gula darah tetap terkontrol.
Selain itu, dianjurkan berhenti makan setidaknya tiga jam sebelum tidur supaya makanan bisa tercerna dengan baik dan kualitas tidur lebih optimal.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026