Washington (KABARIN) - Presiden AS Donald Trump, Senin (2/2), mengumumkan akan meluncurkan cadangan mineral penting strategis baru untuk memastikan bahwa industri manufaktur Amerika dapat melepaskan diri dari ketergantungan pada China.
Cadangan senilai 12 miliar dolar AS (Rp201 triliun) itu akan menjadi "cadangan mineral penting pertama yang pernah ada" dan akan digunakan "untuk memastikan bahwa bisnis dan pekerja Amerika tidak pernah dirugikan oleh kekurangan apa pun," kata Trump saat mengumumkan cadangan baru tersebut di Gedung Putih.
"Kita tidak ingin mengalami apa yang kita alami setahun yang lalu, meskipun pada akhirnya bisa diatasi," katanya di Ruang Oval, kemungkinan merujuk pada keputusan China yang kemudian ditangguhkan untuk memberlakukan kontrol ekspor pada mineral penting, yang menimbulkan guncangan di pasar global.
"Sama seperti kita telah lama memiliki cadangan minyak strategis dan cadangan mineral penting untuk pertahanan nasional, kita sekarang menciptakan cadangan ini untuk industri Amerika sehingga kita tidak mengalami masalah," kata Trump.
Inisiatif itu akan didanai oleh pembiayaan bank ekspor-impor sebesar 10 miliar dolar AS (Rp167,6 triliun) dan tambahan 2 miliar dolar AS (Rp33,5 triliun) pembiayaan dari sektor swasta.
Trump mengatakan dia mengharapkan pinjaman yang digunakan untuk membentuk cadangan tersebut akan menghasilkan keuntungan dari bunga.
Dia tidak menyebut nama China secara langsung, tetapi Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, secara langsung menunjuk Beijing sebagai alasan utama pembentukan cadangan tersebut.
"Presiden-presiden sebelumnya menganggap remeh Amerika. Mereka membiarkan mineral-mineral penting kita hanya dikendalikan oleh China. Mereka membiarkan bisnis pertambangan kita hancur dengan menutup semua tambang, menutup pembangkit listrik tenaga batu bara kita, sementara China membukanya," kata Lutnick.
"Kita mengambil kembali mineral-mineral penting. Kita mengambil kembali pertambangan," tambahnya.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026