Washington (KABARIN) - Terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein memiliki jaringan luas di Silicon Valley dan menanamkan modal pada sejumlah perusahaan rintisan teknologi terkemuka, The New York Times (NYT) melaporkan pada Kamis (5/2), mengutip dokumen Departemen Kehakiman (DOJ) AS.
"Oke. Saya punya waktu luang antara tengah hari sampai jam 3 sore ini. Tidak terlalu penting, tetapi akan menyenangkan jika bisa bertemu dengannya [Epstein] jika memungkinkan. Apakah [pertemuan] ini penting baginya?" tulis seorang pendiri bursa kripto Coinbase, Fred Ehrsam, dalam surel pada Desember 2014.
Pada tahun yang sama, Epstein berinvestasi 3 juta dolar AS (sekitar Rp48,6 miliar) di Coinbase, yang saat itu masih perusahaan rintisan.
Laporan NYT itu juga menyebutkan bahwa miliarder teknologi Peter Thiel memberi saran investasi kepada Epstein, termasuk kemungkinan mendanai layanan musik Spotify dan perusahaan perangkat lunak milik Thiel, Palantir.
Belum jelas apakah Epstein akhirnya berinvestasi di Palantir, tetapi ia tercatat menanamkan modal 40 juta dolar AS di perusahaan Thiel lainnya, Valar Ventures, sebut laporan itu.
Disebutkan pula bahwa Epstein mendanai sejumlah proyek teknologi dan kripto lainnya, termasuk di perusahaan teknologi Jawbone dengan nilai investasi hampir 12 juta dolar AS.
Pada 30 Januari, Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche mengumumkan rampungnya publikasi dokumen kasus Epstein. Dengan pengungkapan terbaru itu, total berkas yang dirilis kini melampaui 3,5 juta dokumen.
Sejumlah tokoh berpengaruh disebut-sebut dalam dokumen itu, termasuk Presiden AS Donald Trump dan mantan Presiden AS Bill Clinton.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026