News

Jenazah Pilot yang Ditembak KKB Diterbangkan ke Jakarta Sore Ini

Tangerang Selatan (KABARIN) - Jenazah pilot pesawat Smart Air ,Capt. Enggon dan Kopilot Capt. Baskoro, yang merupakan korban tragedi penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Lapangan Terbang Korowai dari Tanah Merah, Kabupaten Doven Digoel, Papua Selatan, diterbangkan ke Jakarta sore ini.

Menurut keterangan Direktur Teknis General Aviation IPI, Capt Willy Resoeboen di Tangerang, Kamis, mengatakan bahwa kedua jenazah saat ini telah dievakuasi tim gabungan TNI/Polri.

Sejak pagi waktu Papua ,jenazah telah diterbangkan menuju Jakarta dengan ketibaan sekitar pukul 16.54 WIB melalui Terminal Kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten.



"Jenazah tadi pagi sudah dievakuasi dari Bandara Korowai Batu ke Timika. Kemudian, dilakukan otopsi di Timika. Sekarang sedang dalam perjalanan menuju ke Bandara Internasional Soetta, Tangerang," katanya.

Ia mengatakan dalam penjemputan kedua jenazah pilot ini, Ikatan Pilot Indonesia (IPI) akan melaksanakan upacara penghormatan terakhir terlebih dahulu di Terminal Cargo Bandara Soetta sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

"Rencananya kita lakukan upacara penghormatan di Terminal Cargo Bandara Soetta oleh IPI, sebelum dipulangkan ke rumah duka," katanya.

Dia mengungkapkan untuk hari ini jenazah Capt. Egon Erawan akan langsung diserahkan ke pihak keluarga yang ada di Jalan Flamboyan Lestari No. 15A (Blok G2) Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Sementara itu, jenazah Capt. Baskoro akan diserahkan ke pihak perusahaan tempat mendiang bekerja sebelum dikembalikan ke keluarga.

"Untuk Capt. Egon, setelah dari bandara akan disemayamkan ke rumah duka di Ciputat, setelah itu dimakamkan di TPU Tanah Kusir. Sedangkan Capt. Baskoro rencananya baru hari Jumat," kata dia.



Sementara itu, Ketua Ikatan Pilot Indonesia (IPI) Capt. Muammar Reza mengecam dan mengutuk keras atas insiden penembakan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) terhadap pilot pesawat Smart Air saat mendarat di Lapangan Terbang Korowai dari Tanah Merah, Kabupaten Doven Digoel, Papua Selatan.

"Ikatan Pilot Indonesia mengecam dan mengutuk keras tragedi memilukan ini (penembakan pilot Smart Air) yang telah menyita perhatian, bukan hanya pada level nasional, tetapi juga dunia internasional," katanya.

Dia menilai tindakan yang dilakukan oleh KKB ini merupakan pelanggaran berat terhadap Undang-Undang Penerbangan Nomor 1 Tahun 2009 khususnya BAB XIV Keamanan Penerbangan dan melanggar aturan internasional ICAO Annex 17 tentang security dan pelanggaran berat terhadap Chicago Convention 1944 yang mengatur tentang keamanan penerbangan.

"Penerbangan adalah moda transportasi strategis nasional yang vital bagi Indonesia, yang menghubungkan geografis Indonesia sebagai negara
kesatuan, berperan dalam memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat maupun memenuhi kebutuhan pangan, medis dan roda ekonomi sampai ke penjuru negeri," jelasnya.

Sehubungan dengan tragedi ini, Ikatan Pilot Indonesia mendesak agar perhatian khusus Presiden Prabowo Subianto untuk bertindak segera dan turun tangan dalam memulihkan, menjamin dan memastikan keamanan penerbangan di daerah dengan resiko keamanan tinggi.

Sebab, kata Reza, pilot sebagai pengemban tugas transportasi udara wajib dilindungi oleh negara dalam melakukan setiap tugasnya.

"Termasuk infrastruktur penerbangan di dalamnya, yaitu bandara yang merupakan objek vital nasional yang harus dilindungi dari segala gangguan keamanan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004," tuturnya.

Pihaknya juga meminta Komite Nasional Keamanan Penerbangan (KNKP) untuk segera mengambil langkah konkret dalam pencegahan berupa penghentian operasional bandara berisiko keamanan tinggi, sampai terjaminnya kembali keamanan penerbangan di Tanah Air.



"Kami mengimbau kepada seluruh pilot Indonesia, khususnya yang bertugas di daerah yang memiliki risiko keamanan tinggi, untuk meningkatkan kewaspadaan dan saling menjaga dalam situasi seperti ini," katanya.

Pihaknya berharap tragedi ini adalah kali terakhir dalam sejarah penerbangan di Indonesia. Kendati seluruh lembaga terkait untuk melakukan evaluasi bersama demi mewujudkan penerbangan yang aman dan perdamaian.

"Kami menyampaikan simpati dan empati yang mendalam kepada keluarga korban, semoga kedua almarhum diberikan tempat paling mulia oleh Tuhan Yang Maha Esa," kata dia.

Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: