Jakarta (KABARIN) -
Selama ini, layar depan selalu jadi pusat perhatian sebuah smartphone. Tapi sekarang, bagian belakang pun ikut “bercerita”.
Lewat cuplikan terbarunya, Infinix memperkenalkan Note 60 Pro dengan pendekatan desain yang terasa berbeda. Bukan cuma soal kamera besar atau warna mencolok, tapi juga panel matriks titik aktif di bagian belakang — semacam layar mini yang bisa menampilkan informasi penting.
Bayangkan ponsel yang tetap “hidup” meski dibalik.
Modul kameranya tampil dominan dengan panel dot-matrix aktif. Panel ini bisa menampilkan:
- Jam dan cuaca
- Notifikasi masuk
- Kontrol musik
- Progres pengisian daya
Konsep ini mengingatkan pada pendekatan visual yang pernah dipopulerkan Nothing, tapi dengan gaya animasi matriks yang lebih futuristik.
Artinya, bagian belakang ponsel tak lagi pasif. Ia jadi ruang ekspresi.
Untuk mempertegas karakter, Note 60 Pro hadir dalam warna Solar Orange dengan tekstur mirip kulit di panel belakang. Gaya ini menyasar pengguna yang melihat ponsel bukan sekadar alat komunikasi, tapi bagian dari identitas sehari-hari.
Karena sekarang, smartphone juga soal statement.
Performa Kelas Menengah, Rasa Flagship
Di balik desain yang playful, spesifikasinya tetap serius.
Note 60 Pro dibekali chipset Snapdragon 7s Gen 4 5G dari Qualcomm. Layarnya berukuran 6,78 inci dengan resolusi 1,5K, Ultra HDR, dan refresh rate 144Hz — cukup mulus untuk gaming maupun streaming.
Baterainya juga besar: 6.500 mAh dengan fast charging 90W. Ditambah fitur Battery Self Healing Tech yang diklaim membantu menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang.
Untuk hiburan, ada kamera utama 50MP Night Master, speaker stereo hasil tuning JBL, serta sistem pendingin 3D IceCore VC vapor chamber agar performa tetap stabil saat dipakai intens.
Tren Baru di Kelas Menengah?
Persaingan ponsel mid-range kini tak lagi cuma soal angka spesifikasi. Desain, pengalaman visual, dan personalisasi mulai jadi pembeda utama.
Meski harga dan tanggal rilis belum diumumkan, perangkat ini diperkirakan akan tampil di ajang Mobile World Congress 2026.
Kalau tren ini berlanjut, mungkin ke depan kita tidak lagi bertanya, “Layarnya berapa inci?” Tapi juga, “Belakangnya bisa apa?”
Editor: Suryanto
Copyright © KABARIN 2026