Debit air sungai tentu meningkat, sehingga kami imbau masyarakat untuk berhati-hati dalam melintasi Sungai Regoyo
Lumajang, Jawa Timur (KABARIN) - Hujan deras yang mengguyur Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, membuat getaran banjir lahar tercatat hampir empat jam pada Kamis.
"Pada periode pengamatan Kamis ini pukul 00.00-06.00 WIB tercatat satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 17 mm, dan lama gempa 13.304 detik atau 3 jam 42 menit," ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian.
Selain itu, selama enam jam terakhir tercatat 17 kali gempa letusan dengan amplitudo 11-22 mm dan durasi 65-104 detik, tiga kali gempa guguran dengan amplitudo 2-3 mm dan durasi 33-40 detik, serta satu gempa embusan dengan amplitudo 6 mm dan durasi 51 detik.
"Pengamatan secara visual, gunung api tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Cuaca mendung hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah utara dan timur laut," tambah Sigit.
Gunung Semeru saat ini berada pada status aktivitas vulkanik Level III Siaga. PVMBG mengingatkan warga untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak, dan di luar itu tetap dilarang berada dalam radius 500 meter dari tepi sungai karena risiko awan panas dan lahar hingga 17 kilometer.
"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," kata Sigit.
Warga diminta tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai dan lembah dari puncak Semeru, termasuk Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak sungai dari Besuk Kobokan.
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menambahkan banjir lahar terjadi pada malam hari, tetapi kondisi masih aman dan tidak sampai ke permukiman.
"Debit air sungai tentu meningkat, sehingga kami imbau masyarakat untuk berhati-hati dalam melintasi Sungai Regoyo, khususnya warga di Dusun Sumberlangsep. Hingga Kamis pagi tidak berdampak pada aktivitas warga, semuanya berjalan normal," ujarnya.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026