News

Iran dan AS Belum Mufakat Soal Program Nuklir Usai Perundingan di Jenewa

Moskow (KABARIN) - Putaran ketiga perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait program nuklir kembali berakhir tanpa kesepakatan. Pertemuan yang berlangsung di Jenewa itu belum menghasilkan titik temu karena kedua negara masih berselisih pandangan soal isu-isu utama.

Dilansir dari Wall Street Journal yang mengutip sumber terkait, delegasi AS dalam perundingan tersebut meminta Iran mengambil langkah besar, termasuk menghancurkan fasilitas nuklirnya di Fordow, Natanz, dan Isfahan. Selain itu, Washington juga menginginkan seluruh sisa uranium yang telah diperkaya dipindahkan ke Amerika Serikat.

Namun, Iran menolak tuntutan tersebut. Pemerintah Teheran menyatakan tidak setuju dengan rencana pemindahan cadangan uranium ke luar negeri. Iran juga menolak penghentian aktivitas pengayaan uranium, pembongkaran fasilitas nuklir, maupun pembatasan tambahan terhadap program nuklirnya.

Perbedaan posisi ini membuat perundingan kembali buntu, meski kedua negara sudah menjalani tiga putaran negosiasi terkait isu nuklir Iran.

Dalam proses diplomasi tersebut, delegasi Iran dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, sementara pihak AS diwakili utusan khusus Steve Witkoff. Meski belum mencapai kesepakatan, kedua pihak disebut masih menyusun proposal baru sebagai dasar kemungkinan kompromi di masa mendatang.

Ketegangan antara kedua negara juga sempat meningkat setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump bulan lalu. Ia mengatakan bahwa "armada besar" tengah menuju Iran dan berharap Teheran bersedia kembali ke meja negosiasi untuk menandatangani kesepakatan yang disebutnya "adil dan setara."

Trump juga mengingatkan bahwa pada Juni 2025, Amerika Serikat telah menyerang fasilitas nuklir Iran melalui Operasi Midnight Hammer. Menurutnya, serangan berikutnya bisa jauh lebih besar apabila konflik terus berlanjut, sehingga ia menyerukan agar eskalasi tersebut tidak sampai terjadi.

Hingga kini, masa depan kesepakatan nuklir Iran masih belum jelas. Negosiasi tetap berjalan, tetapi jarak posisi antara Washington dan Teheran menunjukkan bahwa jalan menuju kesepakatan final masih panjang.

Penerjemah: Katriana
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: