Moskow (KABARIN) - Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan semakin memanas setelah kedua negara dilaporkan saling melancarkan serangan militer di wilayah perbatasan.
Media Afghanistan pada Jumat (27/2) melaporkan bahwa serangan terbaru dari Pakistan menyasar sejumlah wilayah di Provinsi Khost dan Nangarhar, yang menyebabkan korban jiwa serta luka-luka.
Situasi ini bermula pada Kamis, ketika Afghanistan lebih dulu melancarkan operasi militer terhadap pasukan Pakistan di sepanjang Garis Durand. Perbatasan tersebut memang menjadi sumber ketegangan lama karena tidak pernah diakui secara resmi oleh Afghanistan.
Operasi militer itu disebut sebagai respons atas pengeboman yang sebelumnya dilakukan oleh angkatan udara Pakistan. Tak lama berselang, Pakistan membalas dengan serangan tembakan artileri dan kemudian menyatakan status “perang terbuka” dengan Afghanistan, menandai eskalasi serius dalam hubungan kedua negara.
Laporan dari media lokal TOLOnews Plus menyebutkan bahwa otoritas di Provinsi Nangarhar, Afghanistan timur, mengonfirmasi adanya serangan roket yang diluncurkan Pakistan ke beberapa wilayah. Salah satu kamp tenda dilaporkan terkena dampak serangan, meski tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Di sisi lain, kantor berita pemerintah Afghanistan, Bakhtar, melaporkan militer Pakistan juga menyerang sejumlah distrik di Provinsi Khost yang berbatasan langsung dengan wilayah Pakistan. Serangan itu menyebabkan tiga orang dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.
Memanasnya konflik ini kembali menyoroti rapuhnya stabilitas keamanan di kawasan perbatasan kedua negara. Ketegangan di sepanjang Garis Durand selama ini kerap memicu bentrokan bersenjata, namun eskalasi terbaru dinilai menjadi salah satu yang paling serius dalam beberapa waktu terakhir.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026