Jakarta Terdampak Inflasi Bulanan 0,12 Persen pada Mei 2026

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat ibu kota mengalami inflasi bulanan sebesar 0,12 persen pada Mei 2026. Kenaikan harga di sektor transportasi menjadi faktor terbesar yang mendorong inflasi selama periode tersebut.

Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto mengatakan bahwa kelompok transportasi menjadi penyumbang utama inflasi bulanan dengan kenaikan indeks harga sebesar 0,55 persen.

"Pada Mei 2026, secara bulanan, inflasi di DKI Jakarta didominasi oleh peningkatan indeks harga pada kelompok transportasi sebesar 0,55 persen dengan andil sebesar 0,07 persen," kata Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto di Jakarta, Selasa.

Selain transportasi, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga ikut menyumbang inflasi dengan andil sebesar 0,06 persen.

Sementara itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen. Angka yang sama juga berasal dari kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran.

Menurut Kadarmanto, komoditas yang paling besar mendorong kenaikan harga pada Mei 2026 adalah bensin.

"Secara rata-rata, level harga bensin pada Mei 2026 sebesar Rp13.466 per liter. Naiknya harga bensin, terutama bensin non-subsidi akibat lonjakan harga minyak global, menyebabkan tingginya inflasi komoditas bensin pada bulan Mei tahun 2026," jelas Kadarmanto.

Kenaikan harga bensin tercatat memberikan andil inflasi sebesar 0,05 persen, menjadikannya penyumbang terbesar dibandingkan komoditas lainnya.

Selain bensin, beberapa bahan kebutuhan pokok juga turut menyumbang inflasi. Cabai merah memberikan andil sebesar 0,04 persen, sementara minyak goreng, bawang merah, dan bahan bakar rumah tangga masing-masing menyumbang 0,02 persen.

Meski mengalami kenaikan harga secara bulanan, tingkat inflasi Jakarta pada Mei 2026 masih lebih rendah dibandingkan angka nasional.

BPS mencatat inflasi nasional pada periode yang sama mencapai 0,28 persen atau lebih tinggi dibandingkan inflasi DKI Jakarta yang berada di level 0,12 persen.

Data ini menunjukkan bahwa tekanan harga di Jakarta masih relatif terkendali, meskipun kenaikan harga energi dan sejumlah bahan pangan tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam beberapa bulan ke depan.

Baca juga: Papua Barat Jadi Provinsi dengan Inflasi Tertinggi pada Mei 2026

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka