Istanbul (KABARIN) - Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Senin mengumumkan bahwa Prancis akan menambah jumlah hulu ledak nuklir dan tidak akan lagi mengungkapkan jumlah persenjataan nuklirnya.
"Saya telah memerintahkan peningkatan jumlah hulu ledak untuk mengakhiri spekulasi. Kami tidak akan lagi mengomunikasikan ukuran persenjataan nuklir kami," kata Macron saat berbicara di pangkalan angkatan laut Ile Longue.
Macron menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi "pencegahan tingkat lanjut" di tengah situasi keamanan global yang memburuk, namun menegaskan Prancis tidak memasuki perlombaan senjata.
Ia menambahkan Jerman akan menjadi mitra utama dalam penguatan dimensi Eropa dari persenjataan nuklir Prancis. Negara lain yang terlibat antara lain Inggris, Polandia, Belanda, Belgia, Yunani, Swedia, dan Denmark.
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menyatakan negaranya sedang berdiskusi dengan Prancis dan sekutu Eropa terkait program ini. Macron menekankan inisiatif tersebut bukan untuk menggantikan pengaturan NATO, tapi untuk melengkapinya.
Selain itu, Prancis juga akan mengembangkan rudal hipersonik dan rudal jarak sangat jauh lewat program ELSA (European Long-Range Strike Approach) bersama Jerman dan Inggris.
Macron memperingatkan dunia tengah memasuki fase pergeseran geopolitik yang penuh risiko dan menyoroti peningkatan kemampuan militer China. Deklarasi bersama dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz menegaskan kerja sama ini bertujuan memperkuat keamanan kolektif Eropa dengan koordinasi AS dan sekutu lain.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026