News

Gunung Lewotobi di NTT Meletus, Warga Diminta Menjauh

Jakarta (KABARIN) - Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Rabu pagi. Warga di sekitar gunung langsung diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius empat kilometer dari pusat letusan demi alasan keselamatan.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan erupsi terjadi pada pukul 08.39 Wita. Kolom abu terpantau membumbung setinggi sekitar 800 meter di atas puncak gunung atau kurang lebih 2.384 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan pengamatan visual, kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak condong ke arah utara serta timur laut.

Secara instrumental, aktivitas vulkanik tersebut juga terekam melalui seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 11 mm dan durasi gempa sekitar 47 detik.

Meski terjadi erupsi, status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada di Level II atau Waspada. Pada level ini, masyarakat sekitar gunung, termasuk pengunjung dan wisatawan, diminta tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius empat kilometer dari pusat erupsi.

Selain menjaga jarak aman, warga juga diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah. Masyarakat diminta tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya agar tidak menimbulkan kepanikan.

Pemerintah daerah pun diminta aktif menyampaikan perkembangan terbaru kepada masyarakat secara berkala.

Badan Geologi juga mengingatkan potensi bahaya lain yang perlu diwaspadai, yakni banjir lahar hujan. Risiko ini bisa muncul jika hujan deras mengguyur wilayah sekitar gunung, terutama pada aliran sungai yang berhulu di puncak gunung.

Wilayah yang diminta meningkatkan kewaspadaan meliputi Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, hingga Nawakote.

Bagi warga yang terdampak hujan abu vulkanik, penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut sangat dianjurkan untuk menghindari gangguan pernapasan akibat paparan abu.

Saat ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi terus berkoordinasi dengan BPBD Nusa Tenggara Timur serta berbagai pihak terkait untuk memantau perkembangan aktivitas gunung secara intensif dan memastikan langkah mitigasi berjalan optimal.

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: